Adaptasi anime Dandadan menuai kontroversi di kalangan penggemar karena sensor selama penayangannya di Tiongkok , yang menyebabkan banjir komentar di media sosial.
- Solo Leveling: The Second Awakening tayang perdana di Brasil
- Dandadan Episode 4: Trailer dan Tanggal Rilis
Gambar-gambar tersebut menunjukkan bahwa karakter yang paling terpengaruh adalah Seiko Ayase , nenek sang protagonis, yang muncul sebagai wanita muda tetapi mengalami perubahan drastis dalam versi yang ditayangkan di platform Tiongkok.


Perubahan yang paling mencolok adalah penghapusan rokok Seiko, yang digantikan oleh palet. Selain itu, kostum aslinya, yang memperlihatkan sebagian belahan dadanya, diubah untuk menutupinya sepenuhnya. Jenis sensor ini bukanlah hal baru di Tiongkok, di mana terdapat regulasi ketat terhadap konten yang ditampilkan di platform seperti Bilibili. Namun, adaptasi ini menarik perhatian karena cara modifikasi ini diterapkan.


Adegan lain yang diubah menunjukkan tokoh utama Momo Ayase , yang dalam versi aslinya diculik oleh alien hanya mengenakan pakaian dalam. Dalam versi yang disensor, Momo muncul mengenakan pakaian olahraga.


Para penggemar serial tersebut bereaksi beragam, dengan beberapa komentar seperti:
"Jika mereka ingin menyensornya, mereka bisa saja mengaburkannya, karena hasilnya sangat buruk."
"Konteks: anime ini juga ditayangkan di platform Tiongkok Bilibili dan harus mengikuti aturan sensornya."
Terlepas dari kritik, sensor anime dan film di Tiongkok merupakan praktik yang berulang, dan Dandadan hanyalah contoh terbaru bagaimana peraturan lokal yang ketat mengubah persepsi terhadap karya asing. Pada akhirnya, bahkan dengan reaksi negatif, sensor tetap menjadi kenyataan bagi produksi yang ingin menjangkau penonton Tiongkok.
Selain itu, berikan komentar tentang pendapat Anda dan jangan lupa bergabung dengan WhatsApp .
Sumber: X (Twitter Resmi)
