Iklan

Anne Shirley Ep. 6: Dari Rambut Merah Menjadi Hijau

Wendy Gomes
Mahasiswa jurnalistik dan teknisi komunikasi visual. Seorang kutu buku yang sangat menyukai buku, film, serial TV, anime, dan drama.
4
Analisis Episode

Dalam episode 6 , yang dirilis pada 10 Mei, Anne Shirley yang berusia tiga belas tahun kembali menggunakan imajinasinya dengan intensitas yang lebih tinggi saat ia menciptakan sebuah cerita untuk tugas sekolah. Tokoh utama, yang dipuji karena kemampuan bercerita, membantu teman-teman sekelasnya dan dengan cepat menunjukkan bakat dalam membimbing orang lain.

Selain itu, episode ini menampilkan momen penerimaan diri bagi Anne, di mana ia menyadari bahwa rambut merahnya adalah bagian dari dirinya dan akhirnya menerimanya. Namun, agar hal ini terjadi, ia harus melalui situasi yang sangat membuatnya sedih.

Anne Shirley menunjukkan keahliannya dalam bercerita

Di awal episode, Anne menghadapi dilema saat mencoba menulis cerita romantis. Dia membutuhkan seseorang untuk menceritakan pengalaman lamaran agar dapat memasukkannya ke dalam narasinya. Namun, tidak ada respons yang memuaskan, dan Anne memutuskan untuk menciptakan lamaran yang sempurna menggunakan imajinasinya.

Selain kreativitas Anne, ada satu poin lagi yang menonjol. Di episode 6, musim dingin menunjukkan keindahannya, dan pepohonan yang tertutup lapisan salju tebal membuat animasi semakin indah. Ada juga kostum musim dingin para karakter yang memiliki desain elegan dan menawan, yang menurut saya menjadikan episode ini salah satu yang paling indah secara visual.

Anne Shirley Ep. 6 Dari Merah ke Hijau
Foto: Siaran Pers/Situs Web Resmi

Setelah menyelesaikan cerita tersebut, tokoh utamanya dipuji oleh teman-teman sekelasnya, karena narasi tersebut menggabungkan romansa, persaingan, dan pada akhirnya, tragedi. Teman-teman Anne terkesan dengan kreativitas dan keterampilan gadis itu, dan karena itu meminta Anne untuk mengajari mereka cara menulis cerita pendek yang bagus.

Foto: Milik The Answer Studio

Maka, klub bercerita pun dibentuk. Anne, yang membantu teman-temannya dalam menulis dan berkreasi, segera menunjukkan bakatnya dalam menyemangati dan menginspirasi orang lain. Akhirnya, guru menunjukkan kebanggaan pada Anne karena telah membantu teman-teman sekelasnya dan memujinya selama pelajaran, sebuah tindakan yang membuat tokoh utama merasa sangat bahagia.

Anne memutuskan untuk menerima warna merah pada rambutnya

Sejak episode pertama, Anne menyatakan bahwa dia tidak menyukai rambut merahnya. Karena itu, dia memutuskan untuk mewarnainya menjadi cokelat. Namun, proses pewarnaan gagal, dan rambut sang protagonis berubah menjadi hijau. Gadis itu sangat kecewa dan menyadari bahwa, pada akhirnya, rambut merahnya tidak seburuk yang dia kira. Unsur-unsur dalam adegan tersebut mencerminkan suasana hati Anne, karena guntur dan suasana suram tampaknya mencerminkan apa yang dirasakan gadis itu ketika melihat hasil pewarnaan rambutnya.

Anne Shirley Ep. 6 Dari Merah ke Hijau
Foto: Milik The Answer Studio

Karena tidak bisa menghilangkan pewarna hijau, Anne mengizinkan Marilla memotong rambutnya sangat pendek, hanya menyisakan warna merah yang terlihat. Ketika Anne tiba di sekolah, Josie, salah satu teman sekelasnya, mengolok-oloknya, mengatakan bahwa dia terlihat seperti orang-orangan sawah. Tokoh utama berusaha untuk tidak terpengaruh oleh komentar tersebut dan, dengan tekad bulat, memutuskan untuk menerima rambut merahnya apa adanya. Sikap ini membuatnya merasa lebih percaya diri dengan penampilannya.

Anne adalah karakter yang patut dikagumi. Dia selalu berusaha mempertahankan selera humor yang baik dan melihat sisi positif dari segala sesuatu. Awalnya, dia sangat kesal dengan warna hijau rambutnya dan bahkan lebih frustrasi karena harus memotongnya. Namun, dia memandang situasi tersebut sebagai pengalaman belajar dan memahami bahwa ada hal-hal yang lebih buruk daripada rambut merahnya. Dengan cara ini, alih-alih terus kesal sampai rambutnya tumbuh kembali, tokoh utama merenungkan tindakannya dan menerima apa yang terjadi, karena, saat ini, tidak ada yang bisa dia lakukan untuk mengubah situasi tersebut.

Foto: Milik The Answer Studio

Karya Anne Shirley merupakan pengalaman belajar yang berkelanjutan

Dengan setiap episodenya, Anne tampak semakin dewasa, dan kita, para penonton, mengikuti perjalanannya serta mempelajari nilai-nilai penting dan pelajaran hidup. Anne Shirley , sebuah adaptasi dari Anne of Green Gables , mengikuti masa kecil, remaja, dan dewasa dari karakter Anne, seorang gadis karismatik dan kreatif yang dengan mudah memenangkan hati orang-orang di sekitarnya.

Anne Shirley Ep. 6 Dari Merah ke Hijau
Foto: Siaran Pers/Situs Web Resmi

Yang menarik dari karya ini adalah kita secara bertahap menemukan bahwa kita semua memiliki sedikit Anne Shirley dalam diri kita. Kita semua memiliki sisi yang ingin tahu dan imajinatif, mampu melihat keindahan dalam hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari kita; kita hanya perlu memberinya ruang. Lebih jauh lagi, ada poin menarik dalam judul-judul episode. Judul-judul tersebut berkaitan dengan pikiran Anne, ungkapan yang dia ucapkan, atau pelajaran yang dia pelajari, seperti episode 6, yang berjudul: Kupikir tidak ada yang seburuk rambut merah.

Di episode selanjutnya, Anne mengalami kecelakaan perahu saat mencoba menyamar sebagai Lady Elaine. Gilbert, yang sedang memancing di dekatnya, berhasil membantunya di menit-menit terakhir. Selain itu, ada rumor tentang Profesor Stacy yang pindah ke sekolah lain. Simak cuplikan episode 7:

Terus ikuti AnimeNews untuk informasi lebih lanjut tentang Anne Shirley dan segala hal yang berkaitan dengan dunia otaku!

Analisis Episode
4
Animasi 3,8
Merencanakan 4,5
Karakter 5