Iklan

Boruto Two Blue Vortex: Himawari mewarisi kekuatan Kurama

Stefani Couto
Berlatar belakang jurnalistik, dan bersemangat bermain game! Saya menulis tentang game, trivia, dan panduan untuk membantu pemain lain menjelajahi alam semesta yang luar biasa ini.

Wawancara terbaru ilustrator Mikio Ikemoto dengan majalah Jepang V-Jump telah menyoroti Himawari Uzumaki dalam Boruto: Two Blue Vortex. Ketika ditanya tentang adegan lama yang melibatkan karakter tersebut, Ikemoto mengklarifikasi keraguan yang memecah belah penonton: chakra yang dirasakan oleh Daemon selama pertemuan mereka memang terkait dengan Rubah Ekor Sembilan. Informasi ini mengubah pemahaman tentang peran Himawari dalam plot dan memperkuat hubungannya dengan warisan yang ditinggalkan oleh Naruto.

kekuatan himawari kurama
Foto: Milik Studio Pierrot

Pengungkapan Ikemoto tentang kekuatan Himawari Uzumaki

Selama wawancara, Mikio Ikemoto menjawab langsung salah satu pertanyaan yang paling banyak diperdebatkan di antara penggemar franchise tersebut. Menurutnya, Daemon merasakan dalam diri Himawari bukan hanya energi yang kuat, tetapi juga kompatibilitas di masa depan dengan chakra Kurama.

Kekuatan ini, yang masih terpendam, dirasakan ketika gadis muda itu berada di Konoha, selama momen tegang yang melibatkan Jura dan Hidari. Pada kesempatan itu, bahkan tanpa pelatihan khusus atau tanda-tanda kekuatan yang jelas, Himawari memancarkan aura yang begitu kuat sehingga menghentikan perilaku bermusuhan Daemon.

Penulis menjelaskan bahwa kombinasi darah Uzumaki, yang diwarisi oleh Naruto, dengan darah Hyuuga, dari ibunya Hinata, menciptakan dasar kompatibilitas yang unik dengan chakra yang sangat kuat. Kehadiran Kurama, meskipun tidak sepenuhnya terwujud, ada sebagai potensi laten di dalam diri gadis itu. Dengan demikian, rumor bahwa karakter tersebut secara langsung mewarisi kekuatan Rubah Ekor Sembilan berhenti menjadi sekadar spekulasi.

Konfrontasi dengan Jura dan tanda-tanda pertama chakra Rubah

Dalam bab sembilan dan sepuluh dari Two Blue Vortex, pembaca dapat melihat untuk pertama kalinya manifestasi nyata chakra Kurama pada Himawari. Di tengah kekacauan di Konoha, gadis muda itu menunjukkan kendali sebagian dari bentuk awal Jinchuuriki, suatu keadaan yang terjadi ketika manusia menyimpan Bijuu (Ribuan Ekor). Meskipun pengalamannya terbatas, ia berhasil menghasilkan Bom Bijuu, teknik yang digunakan oleh Kurama dan Naruto dalam pertempuran paling sengit mereka.

Ledakan energi itu mengejutkan tidak hanya penduduk desa tetapi juga penjahat Jura. Dia menyadari bahwa gadis itu bukanlah Jinchuuriki biasa. Baginya, gadis itu lebih mirip Bijuu daripada inang. Pengakuan ini, yang datang dari salah satu karakter terkuat di fase baru, memperkuat persepsi bahwa Himawari memiliki peran yang melampaui sekadar karakter pendukung. Bahkan tanpa kendali penuh, kedekatannya dengan Kurama sudah memiliki efek praktis dalam cerita.

Himawari Kurama Bab 10
Foto: Milik Shueisha

Potensi yang belum dimanfaatkan dan jalan menuju kesuksesan

Meskipun awalnya menunjukkan kekuatan yang luar biasa, Himawari tetap menjadi karakter dengan perkembangan yang tidak terlalu kentara. Meskipun belum memiliki peran utama langsung dalam pertempuran utama, putri Naruto ini sedang dibentuk untuk alur ceritanya sendiri. Ikemoto tidak merinci bagaimana pertumbuhan ini akan terjadi, tetapi mengisyaratkan bahwa kecocokannya dengan Kurama akan sangat penting di saat-saat genting. Hal ini memperkuat teori bahwa dia akan menjadi fundamental dalam menyeimbangkan ketidakseimbangan yang ada di dunia ninja saat ini.

Kisah ini menyajikan skenario di mana Boruto menghadapi musuh yang mematikan dan tampaknya hampir kalah. Hasil yang berpotensi tragis ini menimbulkan pertanyaan tentang masa depan perlawanan terhadap kekuatan seperti Jura. Dalam konteks ini, Himawari muncul sebagai sosok yang menjanjikan, mampu mengambil alih kepemimpinan generasi ninja baru. Kekuatan terpendamnya, dikombinasikan dengan hubungan simbolisnya dengan Naruto, membuka jalan baginya untuk menjadi lebih dari sekadar saudara perempuan protagonis.