Iklan

Bungie menghadapi gugatan plagiarisme baru terkait Destiny 2

Stefani Couto
Berlatar belakang jurnalistik, dan bersemangat bermain game! Saya menulis tentang game, trivia, dan panduan untuk membantu pemain lain menjelajahi alam semesta yang luar biasa ini.

Pengembang Bungie kembali terlibat dalam kontroversi hukum, kali ini dituduh melakukan plagiarisme oleh penulis Amerika Kelsey Martineau. Penulis tersebut mengajukan gugatan yang menyatakan bahwa kampanye Red War di Destiny 2 memiliki kemiripan dengan karya yang diterbitkan antara tahun 2013 dan 2014. Martineau mengklaim bahwa beberapa elemen naratif dan karakter disalin langsung dari teks-teksnya, yang dirilis dengan nama samaran Caspar Cole.

Dalam gugatan tersebut, Martineau menunjukkan bahwa karyanya menampilkan faksi bernama "Red Legion" dan menceritakan peristiwa yang mirip dengan yang ada dalam kampanye Destiny 2. Dia menuduh Bungie menggunakan idenya tanpa izin, merujuk pada karakter Yinnerah, yang mirip dengan penjahat utama Red War, Dominus Ghaul. Kampanye Red War dirilis sebagai bagian awal dari Destiny 2, tetapi saat ini tidak tersedia karena Bungie "mengarsipkannya" untuk memberi ruang bagi konten yang lebih baru.

Kisah di balik tuduhan plagiarisme

Klaim Kelsey Martineau menarik perhatian pada diskusi penting tentang hak cipta di dunia game digital. Penulis menyatakan bahwa baik karakter maupun alur cerita karyanya dan kampanye Perang Merah memiliki kemiripan yang jelas. Dalam kedua cerita tersebut, terdapat kelompok pemberontak yang dipimpin oleh mentor yang ditolak yang melawan kekuatan penindas dan bertujuan untuk menyerang Bumi.

Menurut gugatan tersebut, Martineau menuduh Bungie dengan sengaja dan sadar melanggar hak ciptanya. Martineau mengklaim bahwa apa yang terjadi dengan Red War melampaui sekadar kebetulan, menunjuk pada peniruan langsung elemen-elemen mendasar dari ceritanya.

Tuduhan sebelumnya terhadap Bungie

Situasi saat ini bukanlah kali pertama Bungie menghadapi tuduhan plagiarisme. Lebih jauh lagi, perusahaan tersebut baru-baru ini menghadapi tuduhan menjiplak desain mainan yang terinspirasi dari gim mereka. Dalam kasus tersebut, Bungie mengakui kesalahan dan menyelesaikan masalah secara damai, serta memberikan kompensasi finansial kepada penuduh.

Namun, gugatan terkait Destiny 2 tampaknya lebih kompleks. Martineau menuntut, selain kompensasi, perhitungan semua keuntungan yang diperoleh Bungie melalui kampanye Red War dan produk atau layanan terkait apa pun yang mungkin melanggar hak ciptanya. Namun, pengembang tersebut belum memberikan komentar resmi mengenai gugatan tersebut.