Iklan

Dandadan 193: Konfrontasi antara Momo dan keluarga Kito dimulai

Stefani Couto
Berlatar belakang jurnalistik, dan bersemangat bermain game! Saya menulis tentang game, trivia, dan panduan untuk membantu pemain lain menjelajahi alam semesta yang luar biasa ini.

Dalam bab 193 Dandadan, yang dirilis Senin ini (5), bentrokan yang ditunggu-tunggu antara Momo Ayase dan sekutunya melawan keluarga Kito akhirnya dimulai. Episode yang berjudul “Kau?!” ini menampilkan adegan menegangkan di dalam pesawat, di mana ancaman muncul secara tak terduga dan sepenuhnya mengubah jalannya perjalanan.

Manga Dandadan bab 193
Foto: Milik Shueisha

Di dalam penerbangan menuju Shimane: ketegangan dan provokasi

Narasi dimulai dengan Momo Ayase, Seiko Ayase, Jin “Jiji” Enjoji, Unji Zuma, Vamola, Daiki Hakono, dan Raiya menaiki pesawat menuju Shimane. Kelompok ini berharap menemukan obat untuk kutukan yang menimpa mereka, yang semakin memburuk seperti yang terlihat di bab sebelumnya. Namun, suasana di antara para penumpang jauh dari damai.

Jiji tampak sangat gugup dengan situasi tersebut dan dihibur oleh Momo. Sementara itu, Vamola mencoba berbicara dengan Zuma, yang merespons dengan lesu. Ketegangan meningkat seiring dengan gejolak, yang mengarah pada momen aneh ketika Momo terlempar dari bahu Jiji ke bahu Zuma. Meskipun dia tidak melihatnya, dia dapat merasakan kehadirannya, sesuatu yang membuat Momo gembira tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang hubungan antara keduanya.

dandadan manga 193
Foto: Milik Shueisha

Zuma, yang masih belum mengetahui nama Momo, memanggilnya "gadis," yang membuat Momo kesal. Dari situ, terjadilah pertengkaran sengit antara Jiji dan Zuma, di mana Jiji berusaha menjauhkan Zuma dari kelompok. Zuma, pada gilirannya, menyatakan bahwa ia bermaksud untuk tetap dekat dengan Momo, bukan secara romantis, tetapi atas kemauannya sendiri. Konfrontasi ini mengungkapkan ketidaknyamanan Jiji, yang tampak malu dan kesal, diprovokasi oleh Zuma.

Interaksi yang santai dan iklim persaingan di Dandadan

Persaingan antara keduanya berubah menjadi komedi ketika Jiji meminta untuk bertukar tempat dengan Zuma, dengan alasan ia tidak tahan dengan kehadirannya. Vamola, yang selalu baik hati, mengizinkan pertukaran tersebut, tetapi meminta Zuma untuk menghindari memprovokasi Jiji, menekankan bahwa ia adalah orang baik. Sikap ini menghibur Jiji dan membuatnya mengomentari situasi tersebut secara ironis, menyoroti nada ringan dan humoris yang mewarnai sebagian bab ini, bahkan di tengah meningkatnya ketegangan.

Seiko jatuh sakit dan bahaya pun mendekat

Di tengah kebingungan ini, Momo menyadari sesuatu yang aneh tentang Seiko Ayase, neneknya. Jiji menyarankan untuk memanggil kru, tetapi Seiko menolak bantuan, mengaitkan penyakitnya dengan obat yang diminumnya. Jiji kemudian menawarkan untuk menggunakan chi-nya dalam upaya untuk menyembuhkannya.

Pada saat itu, suasana berubah drastis. Seorang penyerang misterius diam-diam mendekati Jiji dengan pisau di tangan, tetapi dihentikan pada detik terakhir oleh Umbrella Boy, roh yokai Futa, saudara laki-laki Zuma yang telah meninggal. Intervensi yang tak terduga itu menyelamatkan Jiji, tetapi melepaskan kekacauan yang sesungguhnya di atas kapal.

Seiko jatuh sakit dan bahaya pun mendekat
Foto: Milik Shueisha

Musuh tersembunyi dan pertempuran di udara

Suasana dengan cepat memanas ketika semakin banyak penumpang yang ternyata adalah musuh yang menyamar. Upaya serangan baru terhadap Jiji digagalkan oleh tendangan tepat sasaran dari Seiko. Anggota tim lainnya bersiap untuk bertempur, sementara Raiya dan Zuma berusaha melindungi Vamola.

Namun, Vamola menunjukkan bahwa dia tidak membutuhkan perlindungan. Dia mengaktifkan eksoskeleton kaiju-nya dan menyatakan bahwa dia akan baik-baik saja, menunjukkan perkembangannya sebagai karakter. Pada titik ini, Momo memiliki ide penting: dia meminta Vamola untuk memanggil Ruang Hampa, dimensi alternatif di mana para penumpang dapat aman dari serangan tersebut.

Pertama kali berada di Ruang Kosong dan terungkapnya para penjahat

Saat mengangkut para penumpang ke Ruang Kosong, Seiko mengalami pengalaman pertamanya di lingkungan supernatural ini, menambahkan lapisan kompleksitas lain pada narasi. Pada klimaks bab ini, para penyerang akhirnya terungkap: mereka adalah anggota keluarga Kito, dengan Naki Kito muncul di hadapan kelompok tersebut, memperjelas bahwa konfrontasi tidak dapat dihindari.

Pengungkapan ini menegaskan kecurigaan para pembaca bahwa keluarga Kito akan kembali untuk membalas dendam, tanpa berniat menunggu kedatangan kelompok tersebut di Shimane. Bab ini berakhir dengan kedua belah pihak siap terlibat dalam pertempuran langsung dan berskala besar.

situs web MANGÁ Plus . Ikuti terus berita Dandadan terbaru dengan mengikuti WhatsApp dan ikuti AnimeNew di Instagram !