Kemunculan kontroversial Nobara Kugisaki dalam pertarungan terakhir melawan Sukuna di Jujutsu Kaisen membawa sebuah pengungkapan yang tak terduga. Setelah menderita pukulan fatal dalam pertarungannya melawan Mahito , Nobara menghilang selama empat tahun.
- Yu-Gi-Oh! mendapatkan anime baru dan remaster GX
- Dragon Ball Daima tayang perdana dengan sulih suara di bioskop Brasil
Beberapa penyebutan karakter tersebut selama periode ini lebih mengarah pada kematiannya daripada kembalinya. Namun, Gege Akutami , pencipta serial tersebut, tetap mempertahankan Nobara sebagai kartu truf terakhir melawan Sukuna. Resonansinya terbukti cukup ampuh untuk menyebabkan kerusakan serius pada musuh dengan mengenai bagian tubuh mana pun.

Dalam pertarungan tersebut, Nobara menyerang Sukuna, yang semakin memperburuk kondisinya yang sudah lemah. Hal ini membuka jalan bagi Yuji dan Megumi untuk menghabisi penjahat tersebut, dengan Yuji memberikan pukulan terakhir sementara Megumi, yang baru saja diselamatkan, memberikan dukungan. Setelah pertempuran, Nobara menerima surat dari Satoru Gojo , yang mengungkapkan bahwa ia telah menemukan ibunya. Anehnya, Akutami memperkenalkan ibu Nobara hanya di epilog, yang menunjukkan rencana yang disengaja untuk mengakhiri cerita dengan cara yang berdampak.
Nobara bertemu kembali dengan ibunya di epilog Jujutsu Kaisen.
Jujutsu Kaisen yang terdiri dari 16 halaman dikhususkan untuk menunjukkan nasib karakter seperti Nobara, Yuko, Panda, dan Uraume, dengan masing-masing karakter diberi empat halaman. Dalam kasus Nobara, ia bereaksi dengan sedikit kesal setelah mengetahui tentang ibunya—sosok yang tidak hadir dan tidak bertanggung jawab yang sudah bertahun-tahun tidak ia temui. Meskipun menunjukkan ketidakpedulian, Nobara memutuskan untuk menghormati keinginan terakhir Gojo dan setuju untuk mengatur reuni tersebut. Dibesarkan oleh nenek dari pihak ibunya, yang memiliki energi terkutuk tingkat halus, Nobara menggunakan ikatan ini untuk mewujudkan reuni tersebut.

Sebuah hubungan yang kompleks dan penuh konflik
Dalam epilog, ibu Nobara mengungkapkan bahwa putrinya adalah seorang penyihir tanpa bakat. Namun, Nobara menjawab dengan lugas bahwa masalahnya bukanlah kurangnya kemampuan mistis—melainkan kurangnya tanggung jawab sebagai seorang ibu. Meskipun bertahun-tahun telah berlalu, wanita itu tampaknya tidak berubah: ia terus menjalani kehidupan yang bejat, didukung oleh hubungan dengan pria kaya dan lebih muda.
Dalam kejadian yang tak terduga, Nobara memutuskan untuk mengajak neneknya ikut dalam reuni tersebut. Yang membuat ibunya kecewa, wanita tua itu muncul dengan ekspresi tegas, siap untuk menegur putrinya tentang kelalaiannya selama puluhan tahun. Rekonsiliasi antara ibu dan anak jelas mustahil, tetapi pertemuan itu memberi Nobara penutupan emosional yang dibutuhkan. Dengan sentuhan humor di tengah drama, epilog Jujutsu Kaisen menyimpulkan hubungan yang bermasalah ini dengan perpaduan ketegangan dan hiburan komedi.
