Iklan

FIFA mengumumkan kemitraan yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Konami 

Stefani Couto
Berlatar belakang jurnalistik, dan bersemangat bermain game! Saya menulis tentang game, trivia, dan panduan untuk membantu pemain lain menjelajahi alam semesta yang luar biasa ini.

FIFA telah menjalin kemitraan yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan pengembang game Jepang, Konami, untuk penyelenggaraan Piala Dunia FIFA, sebuah turnamen yang akan berlangsung pada tahun 2024. Berita ini menandai kolaborasi tak terduga antara kedua institusi tersebut, yang hingga kini merupakan rival di sektor game olahraga, dengan Konami bertanggung jawab atas eFootball, yang sebelumnya dikenal sebagai Pro Evolution Soccer (PES).

Menurut pengumuman resmi, turnamen ini akan diadakan di versi konsol dan seluler eFootball. Kemitraan ini menjanjikan untuk memanaskan kancah esports, terutama dengan partisipasi pemain dari 18 negara, yang menyoroti fokus FIFA dalam memperluas jangkauan globalnya di bidang esports.

eFootball: Panggung baru untuk Piala Dunia FIFA

Kesepakatan ini mengejutkan, terutama setelah berakhirnya kemitraan panjang antara FIFA dan Electronic Arts. Namun, penyatuan antara FIFA dan Konami tidak mengubah eFootball menjadi "FIFA" yang baru, melainkan menjadi platform eksklusif untuk menyelenggarakan turnamen FIFAe.

Selain itu, eFootball bergabung dengan judul-judul lain yang sudah terintegrasi ke dalam ekosistem kompetitif FIFA, seperti Rocket League dan Football Manager. Langkah ini menunjukkan strategi FIFA untuk menjauh dari eksklusivitas dengan EA, dan merangkul mitra baru untuk mempromosikan acara eSports global.

Perwakilan dari Konami dan FIFA menyelesaikan kesepakatan tersebut
Foto: Milik Konami

Konami semakin menguat setelah EA hengkang

Kemitraan ini terwujud setelah EA Sports memilih untuk tidak memperbarui kontraknya, mengakhiri perjanjian bernilai jutaan dolar yang berlangsung selama beberapa dekade. Sejak itu, EA telah mengubah merek gim sepak bolanya menjadi EA Sports FC, dan telah merilis dua edisi, yang terbaru berjudul "EA FC 25". Hal ini membuka jalan bagi FIFA untuk mencari perjanjian baru di pasar, dan Konami muncul sebagai kandidat utama.

Direktur Bisnis FIFA, Romy Gai, menyoroti pentingnya perjanjian tersebut, menyatakan bahwa perjanjian itu sejalan dengan misi organisasi untuk mempromosikan sepak bola dan menciptakan peluang inklusif bagi para pemain di seluruh dunia.

“Kami sangat gembira dapat bergabung dengan Konami. Kami benar-benar percaya pada ekosistem inklusif yang memungkinkan berbagai komunitas untuk menjadi bagian dari kompetisi FIFA ,” kata Gai.

Brasil termasuk di antara negara-negara peserta Piala Dunia FIFA

Turnamen ini sudah memiliki 18 negara yang dikonfirmasi sebagai peserta, dengan Brasil sebagai salah satu yang paling menonjol. Pemilihan negara peserta didasarkan pada kriteria seperti popularitas eFootball di kalangan pemain dan performa di kompetisi sebelumnya. Negara lain yang juga akan hadir termasuk Argentina, Jepang, Prancis, dan Arab Saudi.

Piala Dunia FIFA akan memiliki dua edisi: satu untuk versi konsol dan PC, dan satu lagi khusus untuk versi mobile eFootball, keduanya dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun 2024. Untuk berpartisipasi, pemain perlu menginstal versi terbaru game tersebut, sehingga memastikan semua kompetisi mutakhir dan sesuai dengan standar eSports global.

Masa depan kemitraan antara FIFA dan Konami

Meskipun perjanjian saat ini hanya berfokus pada penyelenggaraan turnamen eSports, ada spekulasi bahwa kemitraan antara FIFA dan Konami dapat berkembang menjadi proyek lain dalam industri game di masa mendatang. Dengan demikian, dengan kepergian EA, FIFA bebas untuk menjelajahi cakrawala baru, dan kolaborasi yang lebih dalam dengan Konami berpotensi menjadi cara untuk memposisikan kembali kehadirannya di dunia game elektronik.