Apple sekali lagi memblokir kembalinya Fortnite ke iPhone. Setelah empat tahun menemui jalan buntu, Epic Games kembali mengajukan game tersebut ke App Store AS pada awal Mei, tetapi Apple memblokir pengajuannya pada hari Jumat, tanggal 16. Veto tersebut terjadi bahkan setelah pengumuman optimis dari CEO Epic Games, Tim Sweeney, tentang kemungkinan kembalinya game tersebut ke platform iOS.
- Persona 5: Trailer baru untuk The Phantom X mengungkap tanggal rilis di Barat
- Kaiju No. 8: Game melampaui 200.000 pra-pendaftaran di seluruh dunia
Epic Games mengkonfirmasi larangan tersebut dalam sebuah unggahan resmi di X (sebelumnya Twitter) dan menyatakan bahwa mereka akan tetap melarang Fortnite dari App Store AS dan toko aplikasi alternatif di Eropa. Oleh karena itu, game tersebut tidak lagi dapat diinstal di iPhone di wilayah mana pun tempat Apple beroperasi di bawah aturan khusus.

Perselisihan antara Apple dan Epic masih belum terselesaikan
Keputusan tersebut menimbulkan kejutan, terutama di Uni Eropa, di mana gim tersebut juga dicegah untuk didistribusikan oleh Epic Games Store dan AltStore PAL. Keduanya merupakan alternatif independen untuk App Store, yang menunjukkan bahwa veto tersebut mungkin terkait dengan kriteria yang belum dijelaskan oleh Apple atau cara Epic menggunakan akun Eropanya untuk mencoba menerbitkan gim tersebut di AS.
Ketegangan antara kedua perusahaan dimulai pada tahun 2020 ketika Epic menuduh Apple melakukan monopoli. Perusahaan tersebut bahkan merujuk pada distopia yang digambarkan dalam buku 1984 untuk mengkritik kebijakan Apple. Namun, provokasi tersebut malah menjadi bumerang dan menyebabkan Fortnite dilarang dari App Store.
Para kritikus juga menunjukkan bahwa Epic sendiri menggunakan kekuatan pasarnya untuk memprovokasi Apple dan memaksa terjadinya gugatan. Epic merencanakan manuver tersebut untuk secara terbuka menantang aturan App Store dan mencari perubahan hukum yang menguntungkan produk-produknya.

Pengadilan Amerika tidak membatalkan larangan terhadap permainan tersebut
Pada Januari tahun lalu, Mahkamah Agung Amerika Serikat secara resmi mengakhiri perselisihan tersebut. Keputusan tersebut melarang Epic untuk terus mengklaim bahwa Apple melanggar undang-undang antimonopoli. Sebagai imbalannya, Mahkamah Agung memaksa Apple untuk merevisi beberapa kebijakan iOS dan memberikan keterbukaan yang lebih besar kepada para pengembang.
Terlepas dari resolusi tersebut, Fortnite tidak secara otomatis dikembalikan ke App Store. Kembalinya game ini bergantung pada kesepakatan antara perusahaan dan adaptasi Epic terhadap pedoman baru Apple. Meskipun demikian, pengajuan ulang bulan ini kembali membangkitkan harapan para pemain iOS.
Namun, larangan baru ini menunjukkan bahwa konflik tersebut masih belum terselesaikan. Bahkan dengan tawaran perdamaian publik dari Sweeney, di mana ia mengusulkan untuk mengakhiri tuntutan hukum dan mengadaptasi gim tersebut, Apple memutuskan untuk mempertahankan pembatasan tersebut. Alasan resmi belum dirilis.
Penerusan melalui akun Eropa mungkin telah memengaruhi veto tersebut
Upaya Epic baru-baru ini melibatkan penggunaan akun Eropa untuk mengirimkan kembali gim tersebut ke toko AS. Strategi ini mungkin ditafsirkan sebagai upaya lain untuk mengakali aturan Apple, yang akan menyebabkan penolakan langsung terhadap daftar tersebut. Masih belum jelas apakah tindakan ini melanggar pedoman tertentu.
Sikap diam Apple mengenai alasan pemblokiran tersebut memicu keraguan tentang kemungkinan kembalinya Fortnite ke iOS. Keputusan perusahaan ini tidak hanya memengaruhi pengguna di Amerika, tetapi juga pemain di Uni Eropa, yang kini menghadapi pembatasan bahkan di toko aplikasi alternatif.
Epic, di sisi lain, tetap mempertahankan pendiriannya bahwa game tersebut hanya akan tersedia ketika Apple merilis akses di platform yang dikendalikannya. Untuk saat ini, Fortnite masih belum tersedia di perangkat Apple, yang memperkuat bahwa perselisihan ini masih jauh dari selesai.

