Iklan

Hajime Isayama Akui Kesalahan dengan Eren di Attack on Titan

Rafael Shinzo
Shinzo
Nama saya Rafael Alves, dikenal sebagai Shinzo. Saya membuat situs web AnimeNew pada tahun 2009 untuk menawarkan berita tentang anime, manga, dan game langsung dari Jepang.

Kesuksesan Attack on Titan (Shingeki no Kyojin) menandai dekade terakhir dengan angka yang mengesankan dan dampak budaya yang kuat. Meskipun demikian, akhir dari karya tersebut memecah pendapat, terutama karena arah karakter protagonis Eren Yeager, yang menjadi subjek perdebatan sengit di antara pembaca dan penonton.

Diciptakan oleh Hajime Isayama, manga ini menjadi terkenal karena pendekatannya yang gelap dan tema-tema politiknya. Namun, penulis kemudian mengungkapkan bahwa salah satu keputusannya yang melibatkan Eren tidak berjalan sesuai rencana, yang akhirnya secara langsung memengaruhi persepsi publik.

Empati yang mengubah narasi bagi Hajime Isayama

Eren Yeager
Eren Yeager: Attack on Titan

Menurut Isayama, ia akhirnya mengembangkan empati yang berlebihan terhadap Eren, yang mengubah cara karakter tersebut digambarkan. Niat awalnya adalah untuk menunjukkan sosok yang ambigu secara moral, seseorang yang melanggar batasan atas nama cita-citanya, tetapi tanpa pembenaran yang jelas atas tindakannya.

Penggambaran karakter yang terlalu manusiawi ini menyebabkan sebagian penonton menafsirkan tindakannya secara berbeda dari yang diharapkan. Alih-alih melihatnya sebagai karakter tragis, sebagian mulai memandangnya sebagai tindakan yang dapat dibenarkan, bahkan setelah peristiwa ekstrem dalam cerita tersebut.

Eren Yeager: Tokoh protagonis yang kontroversial

Hajime Isayama (Shingeki no Kyojin) dan Seiyuu Yuki Kaji (Eren)
Hajime Isayama (Shingeki no Kyojin) dan Seiyuu Yuki Kaji (Eren)

Penulis sendiri mengakui bahwa Eren adalah protagonis dari pembantaian dalam skala yang jarang terlihat dalam fiksi. Gagasan utamanya adalah untuk mengeksplorasi transformasi korban menjadi agen penghancuran, yang mencerminkan rasa tidak aman pribadi penulis selama pembuatan karya tersebut.

Konstruksi ini mengingatkan pada karakter seperti V, yang juga menggunakan metode yang dipertanyakan untuk mencapai tujuan mereka. Meskipun demikian, Isayama mengakui bahwa ia tidak dapat sepenuhnya menyampaikan kritik yang dimaksud, yang menyebabkan interpretasi yang kontroversial.

Untuk konten lebih lanjut seperti ini, ikuti anime di AnimeNew dan tetap up-to-date dengan musim anime yang mengguncang dunia otaku.