Majalah Weekly Shonen Jump edisi #19, yang dirilis pada hari Senin, 7 April, menampilkan bab ke-74 Kagurabachi yang sangat dinantikan. Berjudul Dawn, episode ini melanjutkan kisah dari tempat para pendekar pedang berbenturan, mengungkap detail penting tentang masa lalu Samura, dan mengantisipasi pertempuran tiga arah antara para pengguna pedang ajaib.
- Toyotaro mengindikasikan bahwa Dragon Ball Super mungkin akan segera kembali
- Black Clover: Bab 379 dan 380 akan hadir pada Mei 2025
Bab 74 Kagurabachi memperdalam ikatan antara Samura dan putrinya, Iori, sekaligus memberikan fokus baru pada antagonis Yura, yang kini secara terbuka menjadi anggota kelompok Hishaku. Pertemuan kembali antara kedua karakter tersebut mengungkap rahasia lama dan mempersiapkan panggung untuk konfrontasi selanjutnya yang melibatkan Samura, Chihiro, dan Hiruhiko.

Konfrontasi yang akan segera terjadi antara pahlawan dan penjahat di Kagurabachi
Bab ini dimulai dengan Samura yang diberitahu tentang pembunuhan Kunishige Rokuhira dan pencurian Pedang Ajaib. Berita itu datang melalui Kamunabi, organisasi yang bertanggung jawab untuk melindungi para pengguna senjata-senjata ini. Rencana awalnya adalah mengawal Samura ke markas organisasi tersebut, tetapi semuanya berubah ketika Yura muncul di depan pintunya.
Di luar, mayat para agen yang dikirim tergeletak di tanah. Yura memperkenalkan dirinya sebagai anggota Hishaku dan mengakui telah membunuh salah satu pendekar pedang. Alih-alih mencoba melenyapkan Samura segera, dia mengusulkan sebuah kesepakatan. Percakapan tersebut mengungkap ketegangan yang semakin meningkat antara faksi-faksi yang terlibat dalam Perang Seitei dan mengungkapkan niat Hishaku untuk membalikkan kutukan yang disebabkan oleh pedang Shinuchi.
Menurut Yura, stabilitas yang dianjurkan Samura hanyalah ilusi. Bunga-bunga yang mekar setelah perang masih tumbuh di sebuah pulau terpencil, pertanda bahwa kutukan itu masih aktif. Bagi sang penjahat, mengabaikan fenomena ini akan menjadi dosa terbesar sang protagonis, yang sampai saat itu tampak tidak menyadari keberlangsungan kekacauan tersebut.

Aliansi tak terduga dan kembalinya masa lalu
Meskipun tawaran itu mengkhawatirkan, Samura tidak menolaknya. Dia mempertimbangkan risiko membiarkan Hishaku bebas berkeliaran dengan pedang-pedang berbahaya tersebut. Pada saat yang sama, dia menyadari bahwa ancaman Shinuchi dapat muncul kembali selama pemilik pedang itu masih hidup. Oleh karena itu, dia setuju untuk bekerja sama—sebuah alur cerita yang membuat tokoh tersebut tetap penasaran mengenai tujuan sebenarnya.
Bab ini kemudian mengulas kembali kisah Iori, putri Samura, yang diasuh oleh saudara perempuan Inori setelah mengalami perundungan di sekolah karena masa lalu ayahnya. Enam bulan kemudian, ia didekati oleh anggota kelompok Masumi, yang mengusulkan untuk menghapus masa lalunya dan menawarkannya identitas baru.
Iori mengenang momen-momen bersama ayahnya, termasuk sebuah surat di mana ayahnya meminta maaf atas penderitaan yang telah ia sebabkan. Meskipun telah banyak perubahan, wanita muda itu tidak dapat melupakan asal-usulnya. Kenangan itu semakin kuat saat segel pada pedang itu pecah, sebuah pertanda bahwa sesuatu yang agung akan segera terjadi.

Pertempuran pedang ajaib dimulai di bab 74 Kagurabachi
Alur cerita kembali ke masa kini ketika Iori membela diri melawan kelompok musuh, menggunakan pedang sungguhan untuk pertama kalinya. Meskipun kurang berpengalaman, ia menunjukkan keterampilan yang dipelajarinya dari Samura, dan menunjukkan bahwa ia bersedia bertarung untuk menemukan ayahnya.
Sementara itu, Chihiro dan Hiruhiko bersiap untuk bertempur. Hiruhiko, yang terluka oleh Chihiro sebelumnya, memutuskan untuk melanjutkan meskipun kondisinya tidak ideal. Di sampingnya, Toto memperingatkannya bahwa Samura akan datang menemuinya jika dia menggunakan pedang ajaib.
Sementara itu, Iori bertanya kepada Chihiro apakah langit menjadi gelap karena Samura. Jawabannya, meskipun tidak pasti, menunjukkan bahwa ayahnya mengawasinya dari jauh. Chihiro menegaskan bahwa perasaan gadis itu bukan tanpa dasar. Pada saat itu, kedua pendekar pedang muda itu menghunus pedang mereka secara bersamaan.
Langit, yang tadinya diselimuti kegelapan pekat, tersingkap dengan terhunusnya pedang-pedang itu. Adegan terakhir menunjukkan Samura turun dari langit dengan sayap hitam, menyerupai sosok malaikat yang telah rusak. Kedatangannya menandai awal dari pertarungan tiga arah antara para pengguna pedang ajaib, yang menjanjikan perubahan arah plot cerita.


Jalan mereka bersilangan dan penebusan dipertaruhkan
Bab 74 Kagurabachi menyoroti dilema moral Samura, evolusi Iori, dan peristiwa yang terjadi dalam Perang Seitei. Narasi ini menggabungkan drama keluarga, fantasi gelap, dan pertempuran strategis, dalam ketegangan yang meningkat yang menjanjikan klimaks di edisi mendatang.
Pertemuan kembali antara ayah dan anak perempuan, yang masih tertunda, menambahkan lapisan emosional pada alur cerita. Sementara itu, aliansi antara Samura dan Hishaku menimbulkan keraguan tentang sifat sebenarnya dari penyesalannya dan konsekuensi dari pilihannya.
Dengan latar belakang pertempuran skala besar, Kagurabachi memantapkan dirinya sebagai salah satu manga paling intens di fase terkini Weekly Shonen Jump. Kehadiran pedang-pedang ajaib, yang kini dipegang oleh karakter-karakter dengan tujuan yang saling bertentangan, meningkatkan ekspektasi untuk bab-bab selanjutnya.

