Apa yang seharusnya menjadi tonggak sejarah bagi budaya otaku malah berubah menjadi kekacauan di media sosial. Pengumuman Kizuna AI di Fortnite Festival , yang dijadwalkan pada 16 Januari 2026, menimbulkan kebingungan dan serangan yang tidak beralasan. Alasannya? Banyak pengguna percaya bahwa nama "AI" menunjukkan penggunaan Kecerdasan Buatan .
- Seorang petugas polisi di Jepang mencuri kartu TCG untuk berjudi
- Trailer musim kedua Frieren menampilkan lagu yang belum pernah dirilis sebelumnya
Unggahan resmi tersebut melampaui 7 juta tayangan di X (sebelumnya Twitter). Namun, sebagian audiens yang lebih muda secara langsung mengaitkan "AI" dengan alat seperti ChatGPT. Hal ini menyebabkan tuduhan "pencurian karya seni" dan kritik terhadap dugaan penggunaan AI dalam game tersebut . Sementara itu, penggemar veteran harus turun tangan untuk menjelaskan hal-hal mendasar.

Kizuna AI memulai debutnya pada tahun 2016, jauh sebelum booming AI saat ini. Selain itu, namanya merupakan permainan kata: dalam bahasa Jepang, "Ai" juga berarti cinta (愛). Meskipun konsep karakternya adalah AI, ia tidak menggunakan pembuatan konten otomatis. Sebaliknya, Kizuna diakui sebagai pelopor yang mempopulerkan istilah VTuber.
はじめまして、KizunaAIですლ(´ڡ`ლ)
— Festival Fortnite (@FNFestival) 10 Januari 2026
Pakaian, kosmetik, jam track, dan lainnya akan dirilis pada 16 Januari! 🎀 pic.twitter.com/7NMJxAJGm3
Terlepas dari kontroversi yang ada, kolaborasi ini tetap solid. Karakter ini hadir sebagai bagian dari Seri Ikon, dengan skin utama, varian Jersey, sayap merah muda, gerakan ikonik, dan instrumen untuk mode Festival. Selain itu, Kizuna AI Cup , pada tanggal 13 Januari, akan memungkinkan pemain untuk memenangkan kostum tersebut secara gratis.
Ikuti AnimeNew di saluran resmi kami agar Anda tidak ketinggalan anime atau manga apa pun.
