Iklan

Kojima berbicara tentang penolakan terhadap Death Stranding dan mengakui bahwa gim tersebut aneh

Stefani Couto
Berlatar belakang jurnalistik, dan bersemangat bermain game! Saya menulis tentang game, trivia, dan panduan untuk membantu pemain lain menjelajahi alam semesta yang luar biasa ini.

Sutradara Jepang Hideo Kojima menyatakan bahwa Death Stranding sebenarnya adalah gim yang aneh. Dikenal karena menantang konvensi, ia mengomentari penerimaan gim tersebut dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan majalah Inggris Edge. Menurut sang kreator, 60% peserta dalam uji coba awal menganggap gim tersebut buruk. Meskipun demikian, Kojima menilai hasilnya seimbang dan konsisten dengan visi artistiknya. Pengungkapan ini memperkuat pendiriannya bahwa keberhasilan sebuah proyek tidak bergantung pada penerimaan universal, tetapi pada kesetiaan terhadap visi aslinya.

Dirilis pada tahun 2019, Death Stranding menarik perhatian karena menggabungkan mekanisme yang tidak biasa dengan narasi yang kompleks dan simbolis. Pemain berperan sebagai seorang pengantar barang sendirian di dunia yang hancur, bertugas menghubungkan kembali kota-kota yang terisolasi. Ceritanya melibatkan elemen surealis seperti bayi yang terbungkus kapsul, entitas tak terlihat, dan karakter yang membawa jenazah Presiden Amerika Serikat untuk dibakar. Kojima mengakui bahwa elemen-elemen ini terdengar aneh, tetapi menyatakan bahwa ini adalah bagian dari identitas kreatifnya.

Death Stranding 2 On The Beach mendapatkan tanggal rilis dan trailer
Foto: Milik Kojima Productions

Sang kreator menghindari perubahan naskah untuk menyenangkan penonton

Selama wawancara, Kojima menekankan bahwa ia tidak mengubah plot atau tema gimnya berdasarkan umpan balik. Baginya, menyerah pada tekanan eksternal akan mengkompromikan integritas proyek. Perubahan diperbolehkan dalam aspek teknis, seperti kontrol dan kamera, tetapi inti dari karya tersebut tetap tidak berubah. Menurut sang sutradara, mencoba menyenangkan semua orang akan menghasilkan produksi yang generik. Tujuannya adalah untuk memprovokasi reaksi, bahkan reaksi negatif sekalipun.

Pendekatan ini telah digunakan Kojima sejak judul-judul sebelumnya, seperti seri Metal Gear, dan proyek-proyek yang belum dirilis, seperti gim di mana karakter kehilangan ingatannya jika pemain berhenti bermain. Preferensinya terhadap ide-ide berani telah mengukuhkan namanya sebagai salah satu yang paling orisinal di industri gim, meskipun itu berarti mengasingkan sebagian audiens.

Hideo Kojima akan berada di Brasil dengan tur Death Stranding 2-nya
Foto: Milik Kojima Productions

Antisipasi terhadap Death Stranding 2 semakin meningkat seiring dengan terungkapnya informasi baru

Sekuel Death Stranding sedang dalam produksi dan diharapkan akan mengembangkan konsep-konsep yang disajikan dalam game pertama. Tanpa mengungkapkan banyak detail, Kojima menyatakan bahwa ia akan terus mengeksplorasi tema-tema kompleks dan metafora visual. Elemen yang telah dikonfirmasi termasuk penjahat yang memainkan gitar dan boneka yang bisa berbicara. Sang sutradara sendiri mengatakan bahwa ia penasaran dengan reaksi penonton terhadap pilihan-pilihan ini, tetapi memastikan bahwa ia akan terus menghadirkan pengalaman yang menantang hal-hal konvensional.

Selain itu, menurutnya, fase baru Kojima Productions dalam kemitraan dengan Sony memungkinkan kebebasan kreatif yang lebih besar. Studio ini mempertahankan kemandiriannya dan menghindari terikat pada formula atau tren pasar. Bagi Kojima, masa depan game terletak pada pengalaman yang mengejutkan, meskipun berisiko disalahartikan.

Death Stranding 2
Foto: Milik Kojima Productions

Kreativitas yang tidak konvensional tetap menjadi ciri khasnya

Keberanian Hideo Kojima untuk mengambil risiko dan berinovasi telah mengukuhkan posisinya sebagai sosok unik di dunia game. Terlepas dari kritik, Death Stranding dinominasikan untuk beberapa penghargaan dan memicu perdebatan sengit tentang peran narasi dalam game. Pilihannya untuk mempertahankan esensi kreatifnya, bahkan di tengah penolakan, memperkuat sikap langka di industri yang semakin didorong oleh data dan tren komersial.

Bagi para penonton, ini berarti mengharapkan game yang berbeda dari yang bisa diprediksi. Bagi Kojima, ini adalah soal prinsip. Menciptakan sesuatu yang tidak akan diciptakan orang lain tampaknya, baginya, adalah makna sejati dari pengembangan sebuah game.