Komunitas otaku sedang siaga tinggi menyusul penayangan perdana film Cosmic Princess Kaguya! di Netflix. Produksi film ini, sebuah reinterpretasi fiksi ilmiah dari kisah klasik Jepang oleh Studio Colorido bekerja sama dengan Studio Chromato, menghadapi kritik keras.
Pokok bahasan utama dalam diskusi ini berkaitan dengan penggunaan kecerdasan buatan generatif dalam detail-detail yang luput dari perhatian banyak orang, tetapi tidak oleh para penggemar yang paling jeli.
Kontroversi seputar Kecerdasan Buatan dalam anime
AIは使ってるっぽいし、今後はアニメ制作にも使われるようになるんだろうなぁ pic.twitter.com/BZEekFnGpq
— ムニューダ (@Munyuda) 16 Februari 2026
Sebuah unggahan tunggal di X mencapai tiga juta tampilan dengan mengungkap tangkapan layar mencurigakan dari film tersebut. Dalam sebuah adegan singkat, seorang karakter menjelajahi jejaring sosial di ponselnya; ketika gambar dijeda, pengguna memperhatikan bahwa foto profil yang ditampilkan memiliki cacat algoritma yang khas, seperti fitur yang buram dan wajah yang tidak simetris. Oleh karena itu, tuduhan penggunaan AI langsung menjadi viral, meskipun pihak studio tetap bungkam mengenai masalah ini.
Dampak penggunaan AI di Studio Colorido
Di sisi lain, beberapa penonton berpendapat bahwa fitur tersebut mengoptimalkan alur kerja di industri. Banyak yang berpendapat bahwa penggunaan AI untuk ikon yang tidak relevan membantu mengurangi tekanan yang dihadapi oleh animator. Selain itu, ada faktor kebenaran naratif. Jika film tersebut menggambarkan jejaring sosial modern, kehadiran avatar buatan membuat skenario tersebut tampak sangat realistis menurut standar tahun 2026.
Terakhir, kontroversi ini menimbulkan pertanyaan mendalam tentang etika dan efisiensi dalam produksi film anime.
