Iklan

Mantan Editor Dragon Ball Picu Kontroversi soal One Piece

Rafael Shinzo
Shinzo
Nama saya Rafael Alves, dikenal sebagai Shinzo. Saya membuat situs web AnimeNew pada tahun 2009 untuk menawarkan berita tentang anime, manga, dan game langsung dari Jepang.

Kazuhiko Torishima, mantan editor Dragon Ball, menjadi topik yang ramai dibicarakan di media sosial setelah komentar yang dikaitkan dengannya tentang One Piece. Situasi ini bermula saat sebuah acara diadakan di Italia, di mana cuplikan dari percakapan informal bocor tanpa konteks lengkapnya.

Menurut laporan yang beredar online, Torishima diduga menyatakan bahwa Eiichiro Oda "terlalu terpikat dengan ceritanya sendiri," sehingga membuat narasi menjadi terlalu kompleks. Lebih jauh lagi, ia membandingkan gaya penulis dengan karya Akira Toriyama, menyoroti kesederhanaan visual Dragon Ball sebagai salah satu rahasia kesuksesan karya tersebut.

Percakapan informal menyebabkan kebingungan

Kazuhiko Torishima
Kazuhiko Torishima – Bola Naga

Setelah reaksi negatif tersebut, perwakilan Torishima mengklarifikasi bahwa semuanya terjadi selama percakapan pribadi dan santai dengan seorang penggemar. Menurutnya, tujuannya bukanlah untuk menyerang Oda atau meremehkan One Piece, tetapi untuk mengomentari bagaimana manga saat ini mulai fokus pada cerita yang lebih padat dan detail untuk pembaca dewasa.

Pengguna yang bertanggung jawab atas video tersebut memutuskan untuk menghapus unggahan dari platform dan meminta maaf secara terbuka. Ia mengakui bahwa cuplikan yang dibagikan tersebut akhirnya menciptakan interpretasi yang menyimpang dari pidato aslinya, yang semakin memicu diskusi antara penggemar kedua waralaba tersebut.

Sementara sebagian pembaca berpendapat bahwa kompleksitas One Piece justru yang membuat karya ini menonjol, sebagian lainnya percaya bahwa banyaknya informasi dapat membuat pembacaan menjadi sulit. Untuk berita lebih lanjut tentang anime dan manga, ikuti AnimeNews.

Sumber: X (akun Twitter resmi)