Iklan

League of Legends menyesuaikan ekosistem esports di EMEA

Stefani Couto
Berlatar belakang jurnalistik, dan bersemangat bermain game! Saya menulis tentang game, trivia, dan panduan untuk membantu pemain lain menjelajahi alam semesta yang luar biasa ini.

Riot Games telah mengumumkan serangkaian perubahan pada Liga Regional EMEA (Eropa, Timur Tengah, dan Afrika) League of Legends, yang bertujuan untuk membuat ekosistem lebih berkelanjutan. Perubahan tersebut mencakup aturan yang lebih fleksibel, kebebasan yang lebih besar bagi penyelenggara turnamen, dan pengurangan persyaratan struktural seperti acara tatap muka dan divisi sekunder.

ERL (akronim untuk EMEA Regional Leagues) membentuk fondasi kompetisi League of Legends di wilayah tersebut, yang dianggap sebagai tingkatan kedua dalam kancah kompetisi. Perubahan yang akan berlaku pada tahun 2025 ini mencerminkan kebutuhan untuk memodernisasi sistem, terutama mengingat penurunan jumlah penonton di EMEA Masters, sebuah turnamen yang mempertemukan para pemenang dari 13 liga regional.

Aturan baru untuk penyiaran memperluas jangkauan League of Legends

Salah satu perubahan yang paling berdampak adalah pelonggaran aturan siaran bersama (co-streaming). Mulai tahun 2025, tim-tim akan dapat menyiarkan pertandingan mereka secara langsung, termasuk dari sudut pandang pemain. Hal ini akan memungkinkan interaksi yang lebih besar dengan penggemar dan mendiversifikasi format siaran, memperluas jangkauan penonton.

Menurut Riot Games, tujuannya adalah untuk mendemokratisasi akses ke pertandingan, menarik pemirsa baru, dan mendorong kreator konten untuk terlibat dalam siaran. Co-streaming, yang sudah populer di wilayah lain, menjanjikan peningkatan visibilitas dari kancah kompetitif.

Perubahan signifikan lainnya adalah penghapusan persyaratan acara tatap muka di setiap split. Keputusan ini bertujuan untuk mengurangi biaya operasional liga, sehingga memudahkan penyelenggaraan turnamen regional.

Selain itu, ERL tidak perlu lagi mempertahankan divisi sekunder. Namun, turnamen promosi dan degradasi akan tetap diadakan, untuk memberi ruang bagi talenta baru. Bagi Riot, langkah ini menjaga daya saing tanpa membebani tim dan penyelenggara.

Karakter League of Legends
Foto: Siaran pers/Riot Games

Fleksibilitas dalam struktur turnamen memberikan manfaat bagi komunitas lokal

Riot juga akan memungkinkan penyelenggara untuk mengadaptasi format terpisah sesuai dengan kebutuhan komunitas regional. Meskipun model kompetisi dasar akan dipertahankan, setiap liga akan dapat berinovasi dalam format turnamen, mendorong keterlibatan lokal yang lebih besar.

Dengan otonomi yang lebih besar ini, liga-liga regional akan dapat bereksperimen dengan format kreatif yang lebih sesuai dengan audiens mereka. Riot menekankan bahwa kebebasan ini sangat penting untuk memenuhi beragam tuntutan budaya dan ekonomi di kawasan EMEA.

Perubahan pada lanskap kompetitif bertujuan untuk mempertahankan ekosistem game tersebut

Perubahan ini mengikuti tren restrukturisasi dalam lanskap League of Legends global, yang telah mencakup pembaruan pada liga LEC (Eropa) dan LCK (Korea Selatan). Perusahaan ini juga baru-baru ini memperkenalkan League of the Americas (LTA), memperkuat komitmennya untuk menyesuaikan permainan dengan realitas pasar yang baru.

Dengan demikian, melalui inisiatif ini, Riot Games berupaya untuk menghidupkan kembali kancah kompetitif League of Legends dan mengkonsolidasikan model yang layak secara finansial bagi tim, pemain, dan penyelenggara. Harapannya adalah perubahan pada ERL akan membantu menjaga relevansi game ini dalam lanskap esports.