SMA UA adalah salah satu latar paling ikonik di My Hero Academia , bukan hanya karena melatih para pahlawan tetapi juga karena kaliber para gurunya. Sekolah ini menyatukan para profesional berpengalaman, masing-masing dengan metode dan Quirk unik mereka sendiri. Oleh karena itu, mengenal para guru ini membantu memahami bagaimana para siswa Kelas 1-A berkembang sepanjang cerita.

Hizashi Yamada , alias Present Mic, adalah guru bahasa Inggris yang bersemangat. Selalu riuh, ia menggunakan suaranya yang diperkuat sebagai senjata, selain juga untuk menjaga agar kelas tetap dinamis.

Ken Ishiyama yang dikenal sebagai Cementoss, mengajar sastra dan dikenal karena sikapnya yang tenang. Quirk-nya memungkinkan dia untuk membentuk struktur semen dengan presisi yang sangat tinggi.

Nemuri Kayama , alias Midnight, bertanggung jawab atas kelas seni. Dengan kepribadian yang provokatif, dia menggunakan aroma yang mampu membuat orang tertidur. Sementara itu, Ectoplasm dengan tekun mengajar matematika. Terlepas dari penampilannya yang mengintimidasi, dia bertindak adil dan menciptakan klon untuk meningkatkan intensitas pelatihan.

Shota Aizawa

Di antara semua profesor di UA, Shota Aizawa adalah orang yang paling dekat dengan realitas dunia pahlawan. Sebagai profesor yang bertanggung jawab atas kelas 1-A, ia mengadopsi pendekatan yang dingin, pragmatis, dan lugas. Terlepas dari reputasinya yang selalu tidur di kelas, Aizawa mengamati semuanya dengan saksama.
Metode pengajarannya sangat ketat, karena ia percaya bahwa hanya mereka yang paling siap yang dapat bertahan di luar sekolah. Oleh karena itu, ia tidak ragu untuk mengeluarkan siswa yang dianggapnya tidak mampu berkembang. Quirk-nya, Erasure, memungkinkannya untuk menetralkan kekuatan siapa pun dalam bidang pandangnya, kemampuan yang sangat menentukan dalam pertempuran strategis.
Toshinori Yagi

Namun, kita memiliki Toshinori Yagi , yang dikenal di seluruh dunia sebagai All Might , yang mewakili kebalikannya dalam kepribadian. Sebagai mantan simbol perdamaian, ia membawa pengalaman bertahun-tahun dalam pertempuran dan pengorbanan, tetapi tidak pernah kehilangan senyumnya atau keinginannya untuk menginspirasi.
Sebagai profesor studi kepahlawanan, All Might mengajarkan lebih dari sekadar teori. Ia menanamkan nilai-nilai seperti keberanian, tanpa pamrih, dan tanggung jawab. Bahkan setelah kehilangan wujud aslinya, ia terus bertindak sebagai pilar emosional UA, terutama bagi Izuku Midoriya.
Akhirnya, Quirk-nya, One For All, diwariskan, menandai awal era baru. Meskipun demikian, kehadirannya di sekolah memperkuat gagasan bahwa menjadi pahlawan jauh melampaui kekuatan fisik.

