Pasar game menghadapi dilema yang rumit. Sementara Nintendo tampaknya dengan mudah mengatasi kenaikan harga konsol dan gimnya, raksasa industri lainnya menghadapi perlawanan. Lagipula, sampai sejauh mana para gamer bersedia membayar lebih?
Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah melihat studio-studio menginvestasikan kekayaan dalam judul-judul AAA hanya untuk menghadapi pembatalan, PHK massal, dan, dalam kasus ekstrem, penutupan total. Dengan meningkatnya biaya global, yang didorong oleh tarif impor dan inflasi, kenaikan harga game tampaknya tak terhindarkan. Namun, ini bukanlah keputusan yang mudah.
Microsoft dan EA membatalkan kenaikan harga
Pada bulan Juli, Andrew Wilson, CEO EA, menyatakan bahwa perusahaan tidak berencana untuk menyesuaikan harga untuk franchise seperti Battlefield dan game olahraga tradisional. Strategi EA berfokus pada penawaran beragam pilihan, mulai dari judul gratis seperti Apex Legends hingga layanan berlangganan seperti EA Play.
Sementara itu, Microsoft mengumumkan kenaikan harga untuk game dan konsol, menaikkan harga judul baru menjadi $79,99. Namun, reaksi negatif publik menyebabkan beberapa perubahan direvisi. Obsidian, misalnya, mengumumkan harga yang lebih tinggi untuk The Outer Worlds 2 , tetapi dengan cepat membatalkan keputusan tersebut setelah mendapat kecaman.
Nintendo: pengecualian yang membuktikan aturan
Berbeda dengan perusahaan lain, Nintendo berhasil menerapkan kenaikan harga tanpa banyak perlawanan. Switch 2 , konsol termahalnya hingga saat ini, sudah memecahkan rekor penjualan. Selain itu, gim-gim perusahaan, yang sekarang dijual seharga US$69,99, mengikuti pola yang telah diadopsi oleh PlayStation dan Xbox, yang mengurangi persepsi negatif terhadap kenaikan harga tersebut.
Faktor lain adalah persepsi kualitas. Nintendo telah membangun reputasi yang solid, dan judul-judul gimnya jarang dijual dengan harga diskon besar-besaran. Namun, pengumuman bahwa model Switch lama juga akan mengalami penyesuaian harga telah menimbulkan kontroversi, memunculkan pertanyaan: berapa lama publik akan menerima harga yang lebih mahal?
Masa depan penetapan harga dalam game
Dengan meningkatnya biaya produksi, ada kemungkinan game-game besar seperti Grand Theft Auto VI bisa mencapai harga hingga US$100. Namun, para analis menunjukkan bahwa gagasan harga tunggal untuk semua rilis mungkin sudah ketinggalan zaman. Model yang bervariasi, seperti edisi kolektor dan penetapan harga yang berbeda untuk game indie, diperkirakan akan semakin populer.
Nintendo, sesuai dengan gayanya, akan terus menetapkan kecepatannya sendiri. Sementara itu, penerbit lain perlu membenarkan setiap biaya tambahan yang dikenakan, atau menghadapi reaksi negatif. Skenario masa depan menunjukkan strategi penetapan harga yang lebih fleksibel, yang disesuaikan dengan harapan pasar digital.
Ingin menjadi orang pertama yang tahu berita seperti ini? Ikuti AnimeNew di WhatsApp dan ikuti terus konten kami di Google News .
