Nintendo telah mengkonfirmasi bahwa Switch 2 tidak akan mendukung teknologi Variable Refresh Rate (VRR) dalam mode docked, sehingga fitur tersebut hanya tersedia untuk pengalaman bermain dalam mode handheld. Informasi ini mengoreksi pernyataan sebelumnya yang dirilis oleh perusahaan itu sendiri selama presentasi konsol baru pada bulan April.
- Genshin Impact meluncurkan event Operasi Simulasi Hujan Deras
- Pokémon Scarlet dan Violet dalam resolusi 4K untuk Nintendo Switch 2?
Produsen Jepang tersebut merevisi situs web resminya setelah mengidentifikasi kesalahan tersebut. Pembaruan tersebut disampaikan melalui pernyataan di situs web Nintendo Life, di mana perusahaan mengakui kesalahan tersebut dan meminta maaf atas publikasi yang salah.

Fitur grafis tersebut hanya akan tersedia pada layar terintegrasi
Fungsi VRR adalah untuk secara dinamis menyesuaikan tampilan frame rate game dengan refresh rate layar, menghaluskan gambar dan mencegah gangguan seperti tearing dan stuttering. Dalam kasus Nintendo Switch 2, ini hanya akan berlaku untuk layar konsol itu sendiri.
Karena fitur ini tidak ada dalam mode docked, pemain yang menghubungkan konsol ke TV tidak akan mendapatkan kompensasi visual ini. Selain itu, keputusan ini dapat mengganggu pengalaman bermain game dengan frame rate yang tidak stabil, terutama game yang mencapai hingga 120 FPS.
Pada platform pesaing, teknologi ini umum dan memungkinkan mode performa alternatif, seperti 40 FPS yang stabil. Pada Switch 2, fleksibilitas ini mungkin terbatas pada penggunaan portabel, sehingga mengubah pengalaman bagi mereka yang lebih suka bermain di televisi mereka.
Namun, terlepas dari dampaknya pada sebagian pengguna, Nintendo belum menyatakan apakah mereka berencana untuk menawarkan dukungan VRR dalam pembaruan mendatang. Untuk saat ini, fitur tersebut tidak tersedia dalam mode docked atas keputusan perusahaan sendiri.

Perubahan pada situs web resmi menandakan perubahan pada Nintendo Switch 2
Langkah mundur Nintendo dimulai dengan penghapusan diam-diam penyebutan VRR di halaman resmi. Meskipun awalnya fitur tersebut ditampilkan tersedia di semua mode penggunaan, perusahaan mengevaluasi kembali informasi yang dirilis. Dengan pengumuman resmi, perubahan ini ditafsirkan sebagai keterbatasan teknis, dan bukan hanya revisi pemasaran.
Para pengguna internet yang jeli telah menyadari ketiadaan informasi tersebut sebelum konfirmasi dari perusahaan. Dengan demikian, perubahan ini memperkuat pentingnya kehati-hatian dalam mengungkapkan detail teknis produk saat peluncuran. Dalam kasus Switch 2, ekspektasi akan pengalaman grafis yang canggih memicu diskusi tentang kinerja perangkat keras baru tersebut.

