Episode 3 dari musim ketiga One Punch Man kembali memicu kritik seputar anime . Setelah awal yang kurang meyakinkan dan sedikit peningkatan di bab kedua, episode terbaru ini dikritik keras oleh penggemar karena animasi yang tidak konsisten , arahan yang kacau , dan alur cerita yang terburu-buru . Apa yang seharusnya menjadi momen epik malah menjadi simbol penurunan kualitas yang dialami serial ini.
Menurutku #OnePunchMan minggu ini lumayan bagus. Aku mengharapkan lebih banyak dari pertarungan Garou, jadi ya. Pertarungan
— 𝗧𝗵𝘂𝗻𝗱𝗲𝗿🌦️ (@HoodieeTy) 26 Oktober 2025
Hellfire Flame vs Gale Wind lumayan menarik. Tapi ya, menurutku episode ini cukup biasa saja. pic.twitter.com/98MgLEe2Jp
Pertarungan dan dialog terjadi begitu cepat sehingga hampir tidak ada waktu untuk mengapresiasi alur cerita. Kekalahan Garou terjadi dalam beberapa detik, dan meskipun ada beberapa momen aksi yang dieksekusi dengan baik, kurangnya kohesi teknis mendominasi episode ini. Pertempuran terakhir apartemen Saitama tampak hampa dan tanpa tujuan naratif.
Sebuah produksi yang telah kehilangan esensinya
PERTARUNGAN PENUH API NERAKA VS ANGIN KENCANG pic.twitter.com/MMDdvDOCSE
— One Peak Man (@daily1punch) 26 Oktober 2025
Arah baru ini tampaknya tidak mampu menyeimbangkan parodi dan kemegahan yang selalu menjadi ciri khas One Punch Man. Humor musim baru dan visual yang dilebih-lebihkan dari manga ONE dan karya seni Yusuke Murata telah hilang di hadapan montase yang terburu-buru dan tanpa jiwa. Dengan demikian, anime ini kehilangan identitasnya dan menghasilkan sesuatu yang lebih mirip draf kasar daripada sekuel yang telah dinantikan selama bertahun-tahun.
Oleh karena itu, dengan hanya tiga episode yang dirilis, masa depan musim ini tidak pasti. Meskipun masih ada harapan untuk momen aksi sesekali, masalah teknis dan tekanan pada studio mengikis kepercayaan penonton. Bisakah One Punch Man pulih, atau kerusakan sudah terlanjur terjadi?
Terakhir, ikuti AnimeNew di WhatsApp .
