Iklan

Penjualan Boruto mencapai titik terendah sejak diluncurkan

Stefani Couto
Berlatar belakang jurnalistik, dan bersemangat bermain game! Saya menulis tentang game, trivia, dan panduan untuk membantu pemain lain menjelajahi alam semesta yang luar biasa ini.

Laporan penjualan terbaru dari Shonen Jump mengkonfirmasi bahwa Boruto menghadapi performa komersial terburuknya sejak debutnya pada tahun 2016. Sekuel langsung dari Naruto ini, meskipun menyandang nama Masashi Kishimoto, gagal mempertahankan daya tarik yang sama seperti karya aslinya dan mengalami penurunan penjualan yang signifikan di setiap volume barunya.

Volume 5 dari Boruto Two Blue Vortex hanya terjual sedikit di atas 100.000 kopi, angka terendah yang pernah tercatat dalam franchise ini. Penurunan yang terus-menerus ini membuat para penggemar khawatir dan menimbulkan pertanyaan tentang masa depan seri ini di pasar Jepang.

Boruto Two: Blue Vortex Himawari bisa mengubah jalannya sejarah
Foto: Milik Shueisha

Performa Boruto menurun di setiap perilisan

Dirilis pada tahun 2016 sebagai sekuel langsung dari Naruto, Boruto: Naruto Next Generations menjanjikan perluasan semesta yang diciptakan oleh Kishimoto. Namun, data yang dirilis oleh Oricon menunjukkan tren penurunan penjualan.

Angka terbaru menunjukkan bahwa Two Blue Vortex #5 hanya terjual 10.301 kopi pada minggu ketiga setelah dirilis, sehingga total penjualan mencapai 76.566 kopi. Sebagai perbandingan, volume sebelumnya seperti NNG18 dan TBV1 masing-masing melampaui 84.000 dan 79.000 kopi pada periode yang sama.

Faktor-faktor yang menjelaskan penurunan tersebut

Meskipun diawasi oleh Kishimoto, alur cerita digerakkan secara kreatif oleh Mikio Ikemoto, mantan asisten penulis. Namun, banyak penggemar menunjukkan bahwa narasi tersebut tidak mencapai kecepatan atau intensitas yang menjadi ciri khas Naruto, dan persepsi ini telah membuat sebagian penonton merasa kecewa.

Selain itu, kritik yang berulang menyebutkan alur cerita yang membosankan dan pengembangan karakter yang tidak merata, yang mungkin berkontribusi pada penurunan minat.

Penurunan penjualan fisik memicu spekulasi tentang kemungkinan perubahan atau bahkan pembatalan serial tersebut, sebuah skenario yang akan menjadi pukulan signifikan bagi merek Naruto. Namun, tidak semuanya negatif: di lingkungan digital, Boruto tetap relevan.

Di platform Manga Plus, Two Blue Vortex menempati posisi ketiga di antara judul-judul yang paling banyak dibaca, hanya di belakang judul-judul sukses seperti One Piece dan Chainsaw Man. Hal ini menunjukkan bahwa publik masih menunjukkan minat, terutama pada format daring.

Ikuti terus berita terbaru di WhatsApp dan ikuti AnimeNew di Instagram .