Iklan

Menurut pers Jepang, anime tidak menghasilkan keuntungan langsung

Rafael Shinzo
Shinzo
Nama saya Rafael Alves, dikenal sebagai Shinzo. Saya membuat situs web AnimeNew pada tahun 2009 untuk menawarkan berita tentang anime, manga, dan game langsung dari Jepang.

Anggapan bahwa anime selalu menghasilkan keuntungan kembali menjadi pusat diskusi di Jepang setelah para eksekutif dan produser mengomentari kerugian baru-baru ini yang terkait dengan industri tersebut. Isu ini semakin mencuat setelah Pony Canyon melaporkan kerugian sekitar 6,3 miliar yen yang terkait dengan proyek-proyek anime.

Menurut analisis yang diterbitkan di media Jepang, banyak serial anime tidak menghasilkan keuntungan langsung hanya melalui penyiaran atau streaming. Dalam banyak kasus, keuntungan finansial berasal dari musik, merchandise, acara, game dan lisensi internasional. Sementara itu, studio yang bertanggung jawab atas animasi tersebut hanya menerima sebagian kecil dari pendapatan tersebut.

Model industri anime saat ini

Di media sosial, para produser menjelaskan bahwa sistem "komite produksi" saat ini mendistribusikan risiko di antara berbagai perusahaan. Namun, hal ini juga membagi keuntungan dan hak atas karya tersebut. Dengan demikian, studio-studio kecil seringkali hanya bertanggung jawab atas produksi teknis, tanpa mendapatkan bagian yang signifikan dari pendapatan IP populer.

Selain itu, pertumbuhan pasar internasional semakin meningkatkan pentingnya platform streaming. Perusahaan seperti Netflix dan Crunchyroll telah mulai berinvestasi besar-besaran dalam konten Jepang, tetapi beberapa pihak di industri percaya bahwa studio masih menerima kurang dari yang seharusnya untuk memproduksi serial tersebut.

Produksi berlebih dan kekurangan tenaga profesional

Poin lain yang diangkat berkaitan dengan jumlah proyek yang sedang berjalan di Jepang. Saat ini, puluhan serial memasuki tahap produksi secara bersamaan, sehingga memberikan tekanan pada animator, sutradara, dan tim teknis. Hal ini menyebabkan beberapa proyek dibatalkan atau ditunda karena kekurangan tenaga profesional yang tersedia.

Debat tersebut juga kembali memicu kritik tentang banyaknya adaptasi generik dan kesulitan mengubah karya-karya biasa menjadi kesuksesan komersial besar. Bahkan dengan pertumbuhan global sektor ini, para ahli memperingatkan bahwa anime masih menghadapi ketidakseimbangan keuangan yang signifikan.

halaman anime dan musim anime.

Sumber: Yaraon