Iklan

Seorang penggemar menciptakan kembali adegan anime dengan Sora 2 dan memberikan kejutan

Rafael Shinzo
Shinzo
Nama saya Rafael Alves, dikenal sebagai Shinzo. Saya membuat situs web AnimeNew pada tahun 2009 untuk menawarkan berita tentang anime, manga, dan game langsung dari Jepang.

Seorang penggemar yang dikenal sebagai @naegiko di X (sebelumnya Twitter) menarik perhatian dengan memposting video yang merekonstruksi adegan dari anime model kecerdasan buatan Sora 2.Menurutnya, hasilnya "luar biasa" dan telah membuka pintu bagi gelombang baru konten buatan penggemar dan parodi yang dibuat dengan AI (Kecerdasan Buatan).

Sementara itu, banyak pengguna menyoroti bahwa Sora 2 mewakili langkah baru dalam pembuatan animasi, terutama karena ketelitian visual yang dicapai dalam pembuatan ulang animasinya.

Reaksi masyarakat terhadap video tersebut

Kejutan terbesar adalah bagi para penggemar, yang mengomentari evolusi pesat dari alat tersebut. Beberapa terkesan, sementara yang lain menyuarakan kekhawatiran tentang hak cipta

“Saya merasa pembatasan hak cipta akan segera diberlakukan dan akan berlangsung singkat. Saya tidak melihat bagaimana karakter dan kemiripan kekayaan intelektual dapat dihasilkan tanpa membingungkan publik.”

Komentar lain menyoroti kualitas gambar, tetapi menunjukkan bahwa masih ada area yang perlu ditingkatkan:

"Kualitas gambarnya sangat bagus. Namun, perlu ditingkatkan dalam hal kejelasan aksi di layar. Saat ini, hanya terlihat seperti kilatan cahaya yang bergaya."

Terlepas dari kritik yang ada, banyak penggemar merasa gembira dengan hasilnya:

"Awalnya aku tidak terkesan dengan Sora sampai aku melihat video ini, tapi sekarang aku berubah pikiran."

Dampak Sora 2 pada anime

Kesimpulannya, diskusi ini menunjukkan bahwa Sora 2 dapat mengubah cara penggemar berinteraksi dengan karya klasik. Dengan demikian, sementara sebagian orang melihat keterbatasan, sebagian lainnya percaya bahwa teknologi ini mengawali fase baru bagi kreasi anime berbasis AI.

Ikuti AnimeNew di WhatsApp dan pantau terus pembaruan kami di Google News.