undang-undang hak cipta Shonen Jump . Sehubungan dengan itu, majalah dan penerbit Shueisha merilis pernyataan terkait penangkapan para pelaku pembocoran tersebut.
- Isu hak cipta di Jepang: Warga asing ditangkap karena membocorkan konten Shonen Jump
- Jujutsu Kaisen: Program menjadi tontonan terbanyak tahun 2023
Simak pernyataan yang diterbitkan oleh Shonen Jump dan Shueisha

Pengunggahan ilegal 'bocoran awal' konten majalah manga sebelum tanggal rilis resmi, dan penyebarannya melalui media sosial, merampas kenikmatan yang telah dinantikan para pembaca. Tindakan tersebut juga sangat menyedihkan para kreator manga, dan perusahaan kami memandang masalah ini sebagai masalah serius.
Kami memandang penangkapan para tersangka ini sebagai langkah besar menuju penyelesaian masalah-masalah ini, dan kami berharap bahwa penemuan sumber-sumber bocoran awal akan membantu mencegah kerugian serupa di masa mendatang.
Perusahaan kami akan terus secara proaktif mengambil semua langkah yang tersedia untuk melindungi serial yang telah dicurahkan segenap hati dan jiwa para kreatornya, serta hak-hak para seniman dan kemampuan pembaca untuk menikmati manga melalui cara-cara yang sah.
Salah satu tersangka, seorang pria berusia 36 tahun, menjalankan perusahaan Japan Deal World LLC di Tokyo. Menurut penyelidikan polisi, mereka menyebarkan gambar majalah Jump secara online sebelum dirilis. Toko-toko di Tokyo menjual salinan majalah tersebut sebelum tanggal peluncuran resminya. Polisi menduga ada individu lain yang juga terlibat dan sedang melakukan penyelidikan.
Terakhir, komunitas penggemar anime harus menyadari konsekuensi hukum dan etika yang terkait dengan penyebaran materi tanpa izin sebelum rilis resminya.
Sumber: Asahi
