Iklan

Studio Ghibli tidak tertarik dengan Kecerdasan Buatan

Rafael Shinzo
Shinzo
Nama saya Rafael Alves, dikenal sebagai Shinzo. Saya membuat situs web AnimeNew pada tahun 2009 untuk menawarkan berita tentang anime, manga, dan game langsung dari Jepang.

Dengan kecerdasan buatan (AI) yang semakin banyak digunakan dalam anime , banyak yang bertanya-tanya: sejauh mana teknologi ini dapat berkembang? Bagi Goro Miyazaki , sutradara Studio Ghibli Hayao Miyazaki yang legendaris , jawabannya jelas — tidak ada algoritma yang mampu mereplikasi jiwa karya-karya studio tersebut.

Baru-baru ini, alat-alat seperti ChatGPT mulai menghasilkan ilustrasi bergaya Ghibli, yang kembali memicu perdebatan tentang masa depan animasi. Goro, yang bertanggung jawab atas film-film seperti " Tales from Earthsea " dan " From Up on Poppy Hill, " mengakui kemajuan yang mengesankan dalam AI. Dia percaya bahwa segera kita akan melihat seluruh film yang dibuat oleh kecerdasan buatan. Meskipun demikian, baginya, karya seni yang diciptakan oleh Hayao Miyazaki tidak tergantikan.

Menurut Goro, pengalaman hidup ayahnya yang unik—yang ditandai oleh perang—itulah yang memberikan animasi Studio Ghibli kombinasi langka antara kelembutan dan melankoli. Dan menurutnya, tidak ada AI yang mampu menirunya. " Jika ayah saya dan Toshio Suzuki tidak bisa membuat anime, siapa yang akan bisa? " tanyanya.

Meskipun demikian, Goro tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan AI sebagai alat. Ia melihatnya sebagai sumber daya yang berguna untuk mengembangkan ide dan mempercepat produksi. Namun, ia tidak percaya bahwa penggemar siap untuk mengonsumsi konten yang sepenuhnya dibuat oleh mesin.

Selain itu, untuk berita lebih lanjut tentang anime, manga, dan dunia otaku, terus ikuti AnimeNew . Di sini, keajaiban animasi menjadi nyata setiap hari!