Iklan

Tides of Annihilation diumumkan untuk PC dan konsol

Stefani Couto
Berlatar belakang jurnalistik, dan bersemangat bermain game! Saya menulis tentang game, trivia, dan panduan untuk membantu pemain lain menjelajahi alam semesta yang luar biasa ini.

Eclipse Glow Games mengumumkan game pertama mereka, Tides of Annihilation , selama acara State of Play 2025 milik Sony. Game single-player ini menggabungkan aksi hack-and-slash dan narasi berdasarkan legenda Arthurian, dengan rencana rilis pada tahun 2025 di PS5 , Xbox Series S|X , dan PC .

Gim ini merupakan upaya ambisius dari studio Tiongkok untuk memikat pemain Barat, dengan narasi yang didasarkan pada versi London yang terdistorsi, yang hancur oleh kekuatan supernatural. Produser Kun Fu menyatakan bahwa judul ini memadukan tema dari legenda Arthurian dengan alam semesta modern dan gelap, menguji keberanian dan kepahlawanan.

Trailer perdana tersebut mengungkap Gwendolyn, satu-satunya yang selamat dari invasi alien di London modern yang hancur. Diberkahi dengan kekuatan yang menghubungkannya dengan Ksatria Meja Bundar yang legendaris, sang protagonis akan menghadapi musuh-musuh raksasa dalam pertempuran sengit saat ia berusaha menyelamatkan saudara perempuannya yang hilang.

Sebuah dunia di antara London dan Avalon

Alur cerita Tides of Annihilation membawa pemain ke latar yang unik, menggabungkan London modern dengan elemen-elemen dari Avalon yang mitos. Bangunan-bangunan ikonik, seperti Tower Bridge dan Big Ben, muncul kembali dalam wujud baru di tengah kehancuran yang disebabkan oleh invasi supernatural.

Gim ini berganti-ganti antara dua dunia ini, memadukan fantasi abad pertengahan dan fiksi ilmiah. Menurut pengembangnya, alur ceritanya akan membahas tema-tema seperti keberanian, kepahlawanan, dan pengorbanan, dengan fokus pada narasi yang mendalam dan menarik.

Dengan sistem pertarungan hack-and-slash, gim ini menjanjikan pertempuran yang cepat dan intens, memungkinkan pemain untuk menyesuaikan kombo dan kemampuan. Dengan demikian, Gwendolyn akan dapat memanggil ksatria spektral dari Meja Bundar untuk membantunya dalam konfrontasi melawan gerombolan musuh dan bos raksasa.

Selain pertarungan yang seru, gim ini menjanjikan tantangan vertikal dan eksplorasi di lingkungan yang saling terhubung. Pemain akan menghadapi lebih dari 30 bos unik , yang terinspirasi oleh legenda Arthurian, sambil mengungkap rahasia di balik kekuatan protagonis.

Gelombang Pemusnahan
Foto: Milik Eclipse Glow Games

Eclipse Glow Games menghadirkan ambisi

Berbasis di Chengdu, Tiongkok, Eclipse Glow Games menyatukan lebih dari 100 pengembang berpengalaman yang telah mengerjakan franchise seperti Yakuza, For Honor , dan Assassin's Creed . Dalam sebuah pernyataan, Kun Fu, kepala produk studio tersebut, mengatakan bahwa pengumuman ini menandai awal dari perjalanan hebat bagi tim.

"Membayangkan kembali legenda Arthurian di dunia kontemporer memungkinkan kami untuk mengeksplorasi tema-tema abadi dalam latar yang inovatif ," ujar Fu.

Eclipse Glow Games belum mengumumkan tanggal rilis pastinya, tetapi Tides of Annihilation sudah tersedia untuk ditambahkan ke daftar keinginan (wishlist). Studio tersebut berjanji akan mengungkapkan informasi lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.

Dikembangkan menggunakan mesin grafis Unreal Engine 5 , game ini memiliki perkiraan waktu bermain selama 30 jam dan melibatkan tim yang terdiri dari 130 profesional, termasuk veteran dari judul-judul seperti Yakuza 0 , Assassin's Creed , dan Prince of Persia . Partisipasi mantan pengembang Sega dan Ubisoft memberikan jaminan kualitas pada proyek ini.

Dengan dukungan finansial dari raksasa Tencent, Eclipse Glow Games berupaya tidak hanya berinovasi dalam genre aksi, tetapi juga membuka jalan bagi ekspansi budaya di masa depan. Jika game ini sukses, latar baru seperti Mesir dan Jepang dapat dieksplorasi.