Iklan

Dragon Ball: Waralaba ini menghadapi masa depan yang tidak pasti

Rafael Shinzo
Shinzo
Nama saya Rafael Alves, dikenal sebagai Shinzo. Saya membuat situs web AnimeNew pada tahun 2009 untuk menawarkan berita tentang anime, manga, dan game langsung dari Jepang.

Sejak diluncurkan pada tahun 1984, Dragon Ball telah memantapkan dirinya sebagai salah satu nama terbesar dalam hiburan global. Dengan anime , film-film laris, dan serangkaian video game, Akira Toriyama kematian Toriyama pada Maret 2024, ditambah dengan perselisihan internal mengenai hak atas karya tersebut.

Dragon Ball Daima
©BIRD STUDIO/SHUEISHA, TOEI ANIMATION

Salah satu konflik utama muncul ketika Akio Iyoku , mantan direktur "Dragon Ball Room" milik Shueisha, memutuskan untuk mendirikan perusahaannya sendiri, Capsule Corporation Tokyo, pada tahun 2023. Langkah ini menimbulkan kehebohan besar, karena Iyoku merupakan salah satu pengambil keputusan kreatif utama untuk waralaba tersebut. Kepergiannya dan pendirian perusahaan baru ini menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang akan mengendalikan hak atas Dragon Ball.

Dengan meninggalnya Toriyama dan perselisihan antara Iyoku, Shueisha, dan Bandai Namco, hak atas franchise tersebut berada dalam situasi yang rumit. Kurangnya pemimpin yang jelas setelah kehilangan penciptanya hanya memperburuk ketegangan. Bahkan dengan upaya Shueisha untuk menyelesaikan konflik, masa depan Dragon Ball tetap tidak pasti.

Meskipun demikian, franchise ini tetap kuat, dan anime baru, Dragon Ball Daima , dijadwalkan tayang perdana pada Oktober 2024. Terlepas dari perselisihan yang ada, para penggemar sangat ingin melihat apa yang akan terjadi selanjutnya, sementara semua orang menunggu untuk mengetahui siapa yang akan melanjutkan warisan salah satu serial yang paling dicintai di dunia.

Sumber: Toyo Keizai