Terlepas dari performa mengecewakan Suicide Squad: Kill the Justice League, Warner Bros. Games sedang mengembangkan game baru sebagai layanan (game as a service). Informasi ini terungkap setelah pengumuman lowongan pekerjaan untuk posisi produser eksekutif di WB Games Montréal dirilis. Ini menandai langkah pertama perusahaan menuju proyek jangka panjang lainnya.
- Mario Paint kembali ke Nintendo Switch Online dengan dukungan mouse
- Genshin Impact 6.0: Bocoran set artefak baru
Judul baru ini belum diungkapkan secara resmi, tetapi akan menjadi gim AAA berdasarkan salah satu waralaba paling populer dalam katalog Warner Bros. Gim ini bisa mencakup semesta seperti DC Comics, Harry Potter, Mortal Kombat, atau Game of Thrones.

Lowongan pekerjaan baru menunjukkan pengembangan game dengan layanan langsung
Deskripsi pekerjaan yang dipublikasikan di situs web resmi Warner Bros. merinci bahwa kandidat akan memimpin pengembangan proyek dari fase konseptual hingga operasi pasca-peluncuran. Lebih lanjut, studio tersebut mencari para profesional dengan pengalaman dalam siklus produksi lengkap dan, khususnya, dalam game layanan langsung (live-service games).
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Warner Bros. belum meninggalkan model game sebagai layanan, bahkan di tengah hasil negatif tahun lalu. Suicide Squad: Kill the Justice League, yang dikembangkan oleh Rocksteady, tidak mencapai target audiens yang diharapkan dan secara langsung berkontribusi pada penurunan pendapatan sektor game perusahaan sebesar 41% pada tahun 2024.
DC tetap menjadi fokus utama penerbit
Meskipun lowongan pekerjaan tersebut tidak secara langsung menyebutkan franchise mana yang akan digunakan, semuanya menunjukkan bahwa judul baru ini akan berlatar di semesta DC Comics. Pada bulan Februari, James Gunn, direktur kreatif DC Studios saat ini, mengkonfirmasi bahwa ia telah berbicara dengan beberapa studio Warner, termasuk Rocksteady dan NetherRealm, untuk menjajaki peluang baru dalam memperluas merek tersebut di sektor game.
Selain itu, pada bulan Juni, Warner Bros. mengumumkan restrukturisasi internal yang sepenuhnya berfokus pada waralaba terbesarnya. Di antara waralaba tersebut, DC, Harry Potter, Mortal Kombat, dan Game of Thrones menjadi sorotan. Hal ini meningkatkan kemungkinan bahwa game baru tersebut akan didasarkan pada salah satu properti intelektual ini, terutama DC, yang masih memiliki potensi besar yang belum dimanfaatkan di pasar game.

Sejarah terkini memberikan tekanan pada Warner Bros. Games
WB Games Montréal, studio di balik Gotham Knights, juga memiliki sejarah kegagalan baru-baru ini. Gim yang dirilis pada tahun 2022 ini menerima ulasan yang kurang antusias dari publik dan kritikus, dan meskipun bukan gim berbasis layanan (game-as-a-service), gim ini gagal menghasilkan dampak yang diharapkan.
Desember lalu, Warner Bros. memberhentikan 99 pengembang dari studio tersebut, yang semakin memperkuat tekanan pada proyek baru ini. Kini, taruhan pada game AAA baru menunjukkan upaya untuk mendapatkan kembali relevansi di pasar game yang kompetitif, meskipun dengan risiko yang melekat pada format layanan langsung (live-service).
Strategi tersebut menunjukkan penekanan pada model yang kontroversial
Kegagalan Suicide Squad bukanlah kasus terisolasi. Model game sebagai layanan (games-as-a-service) telah menghadapi kritik karena sangat bergantung pada keterlibatan konstan dan pembaruan berkala untuk menjaga basis penggunanya tetap aktif. Beberapa judul yang dirilis dengan pendekatan ini dalam beberapa tahun terakhir telah dihentikan dalam beberapa bulan setelah peluncuran.
Meskipun demikian, Warner Bros. Games tampaknya bertekad untuk terus mengeksplorasi format ini. Menurut deskripsi pekerjaan, proyek ini akan membutuhkan kepemimpinan strategis untuk "menjaga siklus hidup game tetap aktif," yang menegaskan sifat berkelanjutan dari produk tersebut.
Ikuti terus berita terbaru di WhatsApp dan ikuti AnimeNew di Instagram .

