Iklan

Para eksekutif NetEase ditangkap karena dicurigai melakukan korupsi dan pencucian uang

Stefani Couto
Berlatar belakang jurnalistik, dan bersemangat bermain game! Saya menulis tentang game, trivia, dan panduan untuk membantu pemain lain menjelajahi alam semesta yang luar biasa ini.

Jumat lalu (8), otoritas Tiongkok menangkap beberapa eksekutif dari NetEase, sebuah perusahaan teknologi dan game, atas dugaan korupsi dan pencucian uang. Di antara mereka yang ditahan adalah manajer umum perusahaan, Xiang Lang, dan kepala divisi eSports, Jin Yuchen. Operasi tersebut membongkar dugaan skema penyuapan, yang secara langsung memengaruhi hubungan antara NetEase dan 28 pemasoknya.

Investigasi menunjukkan bahwa kasus tersebut menyebabkan kerugian sekitar US$139,3 juta (R$806 juta) bagi perusahaan. Sebagai tanggapan, NetEase mengumumkan pemecatan sembilan karyawan yang terlibat dalam skema tersebut, yang profilnya telah dihapus dari sistem internal perusahaan. Selain itu, sebagai tindakan simbolis dan pencegahan, perusahaan mengubah wallpaper di komputer karyawan untuk menyoroti kebijakan kepatuhannya.

Kerja sama dengan pihak berwenang dan langkah-langkah kepatuhan

Setelah penangkapan para eksekutif tersebut, NetEase mengeluarkan pernyataan publik yang menunjukkan bahwa mereka akan terus bekerja sama dengan penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian setempat. Namun, ini bukan pertama kalinya perusahaan tersebut menghadapi tuduhan korupsi. Pada September 2023, perusahaan tersebut telah memecat beberapa eksekutif lain karena dicurigai terlibat dalam skema penggelapan serupa.

Oleh karena itu, untuk mencegah insiden lebih lanjut, NetEase telah memperkuat pedoman kepatuhannya. Menurut perusahaan, tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan kerja yang transparan dan sesuai hukum, serta untuk melindungi hubungan bisnis dengan pemasok dan mitranya.

Kantor pusat NetEase
Foto: Milik NetEase

Sejarah dan dampaknya pada pasar game

NetEase adalah salah satu perusahaan teknologi terbesar di Tiongkok, yang terutama dikenal karena mengembangkan gim untuk perangkat seluler. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini telah berinvestasi dalam kemitraan internasional dan pengembangan gim untuk konsol, berupaya memperkuat kehadirannya secara global di sektor hiburan digital.

Di antara proyek-proyek terbarunya, NetEase mengumumkan kolaborasi dengan pengembang Bungie untuk menciptakan “Destiny: Rising,” sebuah game spin-off dari franchise Destiny, yang ditujukan untuk perangkat seluler. Perusahaan ini juga meluncurkan “Marvel Rivals,” sebuah game tembak-menembak 6v6 yang menampilkan para pahlawan Marvel, dan diperkirakan akan segera melanjutkan pengoperasian “World of Warcraft” di Tiongkok. Selain itu, NetEase memiliki studio-studio ternama seperti Quantic Dream dan Grasshopper Manufacture.

Kasus NetEase: kerugian dan pentingnya kepatuhan

Penangkapan dan kerugian jutaan dolar tersebut merupakan pukulan berat bagi citra NetEase dan operasional bisnisnya. Perusahaan, yang dalam beberapa tahun terakhir telah memperluas kemitraannya dengan perusahaan-perusahaan Barat, kini menghadapi tantangan untuk memulihkan reputasinya di pasar yang kompetitif dan berkembang pesat.

NetEase menyatakan akan terus meningkatkan integritas perusahaan dan mekanisme pengendaliannya. Perusahaan asal Tiongkok ini menegaskan kembali bahwa penghormatan terhadap hukum lokal dan internasional sangat penting untuk memastikan transparansi dan kepercayaan dalam hubungan bisnisnya.