Iklan

T1 mengalahkan Gen.G dan melaju ke final Worlds 2024

Stefani Couto
Berlatar belakang jurnalistik, dan bersemangat bermain game! Saya menulis tentang game, trivia, dan panduan untuk membantu pemain lain menjelajahi alam semesta yang luar biasa ini.

T1 mengamankan tempat mereka di final Worlds 2024, Kejuaraan Dunia League of Legends, dengan mengalahkan Gen.G 3-1 di semifinal. Dengan kemenangan ini, tim Korea Selatan tersebut mencapai final untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, sebuah prestasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di kancah kompetitif. Sekarang, T1 akan menghadapi Bilibili Gaming (BLG) di grand final, yang dijadwalkan pada 2 November.

Pertandingan melawan Gen.G ditandai dengan momen-momen penting dari pemain kunci seperti Gumayusi dan Keria, yang tampil menonjol di beberapa pertandingan. Performa tim ini menegaskan kembali dominasi T1 di panggung internasional, terutama dalam seri pertandingan melawan tim-tim Tiongkok dari LPL (Liga Pro LoL Tiongkok).

Penampilan luar biasa di T1 pada semifinal Kejuaraan Dunia 2024

Pada game pertama seri ini, duet Gumayusi dan Keria tampil menentukan. Dengan menggunakan champion Ashe dan Renata, mereka memanfaatkan kesalahan awal Gen.G, menghasilkan kemenangan telak. Namun, Gen.G membalas di game kedua, menghukum T1 dengan strategi yang lebih matang dan aman, mengendalikan permainan selama 27 menit dan menyamakan kedudukan.

Namun, pertandingan ketiga menandai kembalinya sang juara Vi, yang dikendalikan oleh Oner, dan Ashe di tangan Gumayusi. Hasilnya adalah penampilan yang luar biasa, dengan Oner mencatatkan 5 kill, 1 death, dan 11 assist, dan Gumayusi mencetak total 7 kill. Faker, pemain veteran tim, juga memiliki momen epik dengan mengeliminasi lawan Chovy di markas, mengamankan kemenangan penting bagi T1.

Penampilan Faker dan para pemain bertabur bintang

Faker, legenda hidup League of Legends, terus menjadi salah satu andalan utama T1. Dengan 7 kill dan tanpa kematian di game ketiga, ia menegaskan kembali peran kepemimpinannya dalam tim. Selain itu, pemain support Keria tampil mengesankan dengan mendominasi game keempat dan terakhir dengan champion Pyke, sehingga menutup game tanpa kematian dan dengan performa strategis yang sempurna.

Selain itu, tim ini juga diuntungkan oleh stabilitas susunan pemainnya, yang tetap tidak berubah selama tiga tahun terakhir. Zeus, Oner, Faker, Gumayusi, dan Keria telah membuktikan diri sebagai salah satu kuintet paling konsisten dalam sejarah LoL.

T1 menargetkan gelar kelima mereka di Worlds 2024

Final melawan BLG menjanjikan laga bersejarah. T1, tim paling sukses di Worlds, telah memenangkan gelar empat kali dan memiliki kesempatan untuk menjadi juara lima kali pertama di turnamen ini. Selain itu, persaingan antara wilayah LCK (Korea Selatan) dan LPL sangat ketat, dan bentrokan tahun 2024 ini dapat menentukan hegemoni baru di kancah kompetitif.

T1 belum pernah kalah dalam seri best-of-five melawan tim Tiongkok di Worlds. Mereka memiliki sembilan seri tak terkalahkan sejak 2013, memberikan tim tersebut keuntungan psikologis yang penting. Di sisi lain, BLG memiliki Bin, yang telah mengalahkan T1 di kompetisi lain, termasuk MSI 2024, ketika ia menyingkirkan tim Korea tersebut dalam pertandingan ketat 3-2.

Sejarah menunjukkan T1 lebih unggul dalam pertandingan melawan LPL

Gumayusi, marksman T1 saat ini, telah mengirimkan pesan langsung kepada BLG dan top-laner Bin. Mengingat pernyataannya dari tahun 2023, ia menyatakan bahwa T1 "tidak pernah kalah dari tim-tim LPL." Hingga hari ini, pernyataan itu tetap benar dalam konteks Worlds, tetapi Bin memiliki kesempatan untuk mengubah narasi tersebut. Rekor pemain Tiongkok itu melawan T1 positif di luar Worlds, dan ia sedang bersiap untuk meraih kemenangan pertama bagi wilayahnya dalam tiga tahun terakhir.