Kontroversi seputar penggunaan AI (Kecerdasan Buatan) dalam Neverness to Everness terus berkembang setelah beberapa pemain mengklaim AI digunakan dalam permainan. Menanggapi reaksi negatif tersebut, profil media sosial berpendapat bahwa proyek tersebut tidak dibuat semata-mata menggunakan alat kecerdasan buatan.
- Neverness to Everness raup $14 juta saat peluncuran
- NTE Tunjukkan Penjualan Kuat, Didominasi PC dan PS5
Sebagai pembelaan terhadap game tersebut, para pemain menyoroti bahwa proyek ini melibatkan kerja keras selama bertahun-tahun dari para programmer, musisi, seniman, penulis skrip, pengisi suara, dan berbagai profesional lainnya. Sebagian komunitas juga berpendapat bahwa game tersebut tidak akan mendapatkan begitu banyak perhatian di pasar yang sangat kompetitif jika hanya sekadar "proyek tanpa jiwa.".
Ingatlah bahwa Neveress to Everness menggunakan AI generatif gambar untuk desain karakternya dan dunia terbuka dalam gim. pic.twitter.com/IPRXxST3QG
— Kal44n (Nailong 💛) (@Kal44n_) 1 Mei 2026
Namun, perlu dicatat bahwa beberapa karya seni atau materi yang belum selesai mungkin menggunakan AI selama proses produksi. Meskipun demikian, pernyataan tersebut mengklaim bahwa hal ini tidak sepenuhnya menjawab kritik yang dilayangkan oleh komunitas. Lebih lanjut, rumor menunjukkan bahwa departemen internal Neverness to Everness bekerja secara terpisah.
Para pemain mengkonfirmasi penggunaan AI dalam Neverness to Everness

Seluruh kontroversi bermula di negara-negara Asia, tetapi meningkat setelah reaksi negatif di Barat. Menurut teks tersebut, forum-forum di Tiongkok dan Jepang mulai mengomentari kontroversi yang ditimbulkan oleh sebagian audiens Barat mengenai sesuatu yang dianggap "kurang serius" oleh sebagian pemain Asia.
Hotta Studio belum mengkonfirmasi penggunaan AI

Beberapa akun media sosial mengungkapkan bahwa mereka telah menghubungi Hotta Studio untuk meminta pernyataan resmi. Namun, karena adanya Golden Week di Tiongkok, tanggapan mungkin membutuhkan waktu beberapa hari.
influencer dan dugaan "tidak menggunakan AI"
Ironmouse telah membatalkan sponsornya untuk Neverness to Everness setelah mengetahui bahwa pengembang berbohong kepada agensi periklanannya tentang tidak menggunakan AI generatif dalam game tersebut#NTE pic.twitter.com/tVcLUpSU5Z
— John Semen (@J0hnSemen) 5 Mei 2026
Sementara itu, beberapa influencer telah menghentikan produksi konten tentang game tersebut, menimbulkan kekhawatiran di antara para pemain yang mengikuti proyek tersebut dan takut akan dampaknya terhadap masa depan game tersebut. Oleh karena itu, situasi yang melibatkan influencer dan dugaan "tidak menggunakan AI" diyakini berasal dari departemen pemasaran, yang bertanggung jawab atas komunikasi dengan para pembuat konten.
Saat ini, Neverness to Everness tersedia untuk Android, iOS, PlayStation 5 , dan juga untuk PC dan macOS melalui unduhan resmi.
Untuk berita selengkapnya dari anime dan game, terus ikuti AnimeNew.
Sumber: animetrends, X (akun Twitter resmi)
