Jin Fujisawa, mantan sutradara Dragon Quest IX dan X, baru-baru ini mengomentari masa kerjanya di Square Enix dan dampak langsung Yuji Horii pada kariernya. Pencipta franchise tersebut mengajarkan kepadanya sebuah ide yang sepenuhnya mengubah cara berpikirnya tentang RPG.
- Marvel Tokon Fighting Souls tampilkan Avengers di trailer terbaru
- NTE Tunjukkan Penjualan Kuat, Didominasi PC dan PS5
Selama wawancara, Fujisawa mengungkapkan bahwa ia bertahun-tahun meyakini bahwa naskah adalah inti dari setiap gim. Namun, Horii berpendapat sebaliknya. Baginya, hal terpenting selalu adalah pengalaman pemain, bukan hanya narasi itu sendiri.
Pengalaman datang sebelum sejarah
Menurut Fujisawa, Horii menekankan bahwa pengembangan harus dimulai dengan perasaan yang akan dirasakan pemain saat bermain. Salah satu contoh yang disebutkan adalah Dragon Quest V, yang menghadirkan pilihan pernikahan kepada pemain, menciptakan pengalaman unik untuk setiap orang.

Keputusan sederhana ini menghasilkan jalur dan kenangan yang berbeda, menunjukkan bagaimana momen interaktif dapat memiliki dampak yang lebih besar daripada cerita yang tetap. Seiring waktu, Fujisawa memahami dan menerapkan konsep ini dalam proyek-proyeknya sendiri.
Kejutan sebagai elemen utama
Lebih lanjut, Fujisawa menyoroti bahwa Horii selalu berusaha mengejutkan penonton dengan ide-ide yang tak terduga. Alih-alih hanya berfokus pada membangkitkan emosi, ia memprioritaskan menciptakan dampak melalui kejutan, sesuatu yang lebih sulit untuk dilakukan, tetapi jauh lebih berkesan.
Saat ini, filosofi ini terus hidup dalam karya Fujisawa terkini, di mana ia memimpin proyek-proyek yang berfokus pada pengalaman interaktif dan inovatif. Pengaruh Horii tetap menjadi fondasi penting bagi pengembangan ide-ide baru dalam industri ini.
Akhirnya, jelas bagaimana visi ini membantu membentuk tidak hanya franchise ini, tetapi juga para profesional yang bekerja dengannya. Ingin terus mengikuti berita terbaru dari dunia anime? Tetap ikuti AnimeNews dan jangan lewatkan pembaruan apa pun.
Sumber: Futabasha
